Polemik Rencana Bangun Masjid Raya Depok PARMUSI Dukung Pembangunan Di Lahan Aman

- Minggu, 21 Mei 2023 | 08:06 WIB
Ahmad Suhijriah, Ketua Parmusi Kota Depok (Ist)
Ahmad Suhijriah, Ketua Parmusi Kota Depok (Ist)

Betawipos, Depok - Rencana Pemkot Depok untuk membangun Masjid Agung di lahan bekas SDN Pondok Cina 1 yang terletak di Jalan Margonda, Depok, menuai polemik. Sejumlah pihak menolak rencana tersebut, terutama beberapa orang tua siswa dari Sekolah tersebut. Termasuk persoalan ini pun membetot perhatian politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Sehingga sampai merasa perlu membersamai beberapa orang tua siswa SDN Pondok Cina 1 yang menolak rencana pembangunan Masjid Agung Kota Depok tersebut,

Akibat rencana pembangunan Masjid Agung Kota Depok tersebut, memantik polemik, ada pihak yang tidak setuju dan ada juga pihak yang mendukungnya. Sehingga rencana tersebut pun, kini belum jelas keputusannya. Apakah tetap akan di lanjutkan atau di batalkan rencana pembangunan masjid Agung Kota Depok tersebut.

Baca Juga: Mengapresiasi Keberhasilan Ganjar Pranowo Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Jawa Tengah

Menyikapi masalah ini, Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Kota Depok berpandangan, mendukung terhadap aspirasi warga Depok yang berkeinginan untuk bisa membangun dan memiliki Masjid Agung Kota Depok.

Meski demikian, menurut Ketua Parmusi Kota Depok Ahmad Suhijriah, pembangunan Masjid Agung Kota Depok itu harus dilukan dengan perencanaan matang dan mendapat dukungan luas dari semua pihak. Sehingga pembangunan Masjid Agung Kota Depok itu, untuk kemaslahatan umat khususnya dan masyakat pada umum.

Baca Juga: Aparat Keamanan Berkomitmen Berikan Pelayanan Prima di DOB Papua

Karena itu, kata Ahmad, jika rencana pembangunan masjid Agung di areal yang kini memicu polemic, maka bisa saja di lakukan di lokasi lainnya, pada lahan yang tidak merugikan banyak pihak.

“ Pada prinsipnya Parmusi Kota Depok, mendukung rencana pembangunan masjid Agung Kota Depok tersebut. Namun pertanyaannya apakah pembangunan itu harus tetap di laksanakan di lokasi yang saat ini memicu polemik. Kan banyak pilihan  dari lahan lainnya yang lebih aman atau tidak menimbulkan konflik,” ujar Ahmad Suhijriah dikutip Betawipos dalam keterangannya, Ahad 21 Mei 2023.

Baca Juga: Masyarakat Indonesia Miliki Diveritas Tinggi, Waspadai Politik Identitas Cegah Pecah Belah

Menurut Ahmad, rencana pembangunan  masjid Agung itu, bisa saja memanfaatkan dan memaksimalkan lahan yang sudah ada, dengan cara cukup merenofasi Masjid Agung Balai Kota Depok, dengan bangunan lebih lebih besar lagi atau sesuai kebutuhan yang ada. Terlebih di kawasan Balai Kota Depok  itu, masih terdapat lahan kosong di sekitar masjid tersebut.

“Saya kira salah satu opsi dan solusinya atas kebutuhan masjid Agung Depok, bisa memanfaatkan lahan yang ada di Balai Kota Depok. Yaitu memugar atau merenofasi dari masjid Balai Kota yanga ada saat ini, dengan desain bangunan yang lebih luas dan besar, sesuai kebutuhan yang ada. Terlebih di areal tersebut masih ada lahan yang masih bisa di manfaatkan,” ujarnya.

Baca Juga: IKN Menjadi Kota Masa Depan Dengan Infrastruktur Kelas Dunia

Dengan demikian, kata Ahmad, kebutuhan terhadap masjid Agung Kota Depok, terpenuhi, dengan memanfaatkan lahan yang ada saat ini. Dan pembangunan masjid Agung Kota Depok itupun tidak menyisakan jejak sejarah, karena adanya penolakan dari pihak-pihak tertentu.

“ Yang penting juga kan, bagaimana persoalan ini tidak berlarut-larut. Harus segera ada kepastian opsi dan solusinya terhadap rencana pembangunan masjid agung kota Depok ini,” tegasnya.

Halaman:

Editor: Sidik Purwoko

Sumber: rilis

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X