• Rabu, 1 Desember 2021

Komisi Yudisial Buka Pendaftaran Calon Hakim MA dan Ad Hoc di Sini

- Senin, 22 November 2021 | 19:26 WIB
Komisi Yudisial kembali mencari calon hakim MA dan Tipikor (Sidik Purwoko)
Komisi Yudisial kembali mencari calon hakim MA dan Tipikor (Sidik Purwoko)

Betawipos, Jakarta - Komisi Yudisial (KY) kembali membuka penerimaan usulan calon hakim agung (CHA) dan calon hakim ad hoc Tipikor di Mahkamah Agung (MA) sejak 22 November hingga 10 Desember 2021. Diharapkan, para calon hakim tersebut memiliki integritas dan kepribadian tidak tercela, adil, profesional, dan berpengalaman di bidang hukum.

Menurut Anggota Komisi Yudisial sekaligus Ketua Bidang Rekrutmen Hakim Siti Nurdjanah, seleksi dilakukan untuk memenuhi permintaan MA. Permintaan itu merujuk Surat Wakil Ketua MA Bidang Nonyudisial Nomor 74/WKMA-NY/SB/11/2021 tentang Pengisian Kekosongan Jabatan Hakim Agung pada MA sebanyak delapan orang. Rujukan lainnya yakni Surat Wakil Ketua MA Bidang Nonyudisial Nomor 75/WKMA-NY/SB/11/2021 tentang Pengisian Kekosongan Jabatan Hakim ad hoc pada MA yang berjumlah tiga orang calon hakim ad hoc Tipikor di MA. Delapan posisi CHA yang dicari itu untuk mengisi satu di kamar perdata, empat di kamar pidana, satu untuk kamar agama, dua untuk kamar tata usaha negara khusus pajak, dan tiga untuk ad hoc Tipikor.

Baca Juga: Mantan Penyidik KPK Sebut Ada Komunikasi M. Syahrial dengan Wakil Ketua KPK

"Komisi Yudisial tentunya mengundang MA, pemerintah, dan masyarakat untuk mengusulkan para calon terbaik untuk mendaftarkan diri," jelas Nurdjanah dalam konferensi pers yang digelar secara daring, Senin 22 November 2021.

Pendaftaran seleksi CHA dan hakim ad hoc Tipikor di MA tersebut dilakukan secara daring melalui rekruitmen Komisi Yudisial. KY menegaskan tidak melayani pendaftaran secara langsung.

"Mengingat situasi pandemi yang belum sepenuhnya aman, maka KY akan menggelar seleksi dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat dan pendaftaran akan dilakukan secara online melalui situs www.rekrutmen.komisiyudisial.go.id. Para calon harus memenuhi sejumlah persyaratan dan menyiapkan berkas yang dapat dilihat di laman tersebut," sambung Nurdjanah seperti dikutip Betawipos.

Baca Juga: Rudianto Manurung Minta Majelis Hakim Sidang Jiwasraya Ringankan Hukuman Kliennya

Untuk CHA dari jalur karier, calon berijazah magister di bidang hukum dengan dasar sarjana hukum atau sarjana lain yang mempunyai keahlian di bidang hukum, berusia sekurang-kurangnya 45 tahun, dan berpengalaman paling sedikit 20 tahun menjadi hakim, termasuk pernah menjadi hakim tinggi, dan tidak pernah dijatuhi sanksi pemberhentian sementara akibat melakukan pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH).

Dari jalur nonkarier, calon berijazah doktor dan magister di bidang hukum dengan keahlian di bidang hukum tertentu sesuai dengan kamar yang dipilih dengan dasar sarjana hukum atau sarjana lain yang mempunyai keahlian di bidang hukum, berusia sekurang-kurangnya 45 tahun, berpengalaman dalam profesi hukum dan/atau akademisi hukum paling sedikit 20 tahun, dan tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 tahun atau lebih.

Halaman:

Editor: Sidik Purwoko

Sumber: Rilis

Tags

Artikel Terkait

Terkini

AMPAD Dukung Jaksa Agung Hukum Mati Koruptor

Jumat, 26 November 2021 | 21:15 WIB

Kasus Cukai KPK Panggil Ajudan Bupati Bintan 

Jumat, 26 November 2021 | 11:15 WIB

KPK Periksa Lima Saksi Kasus Pajak 

Kamis, 25 November 2021 | 16:19 WIB
X