• Rabu, 1 Desember 2021

Dua Staf Panin Bank Bongkar Gelagat Pegawai Ditjen Pajak Minta Jatah

- Selasa, 23 November 2021 | 23:17 WIB
Sidang Suap Pemeriksa Pajak Direktur Pajak Angin Prayitno hadirkan saksi pegawai Bank Panin (Supri Opa)
Sidang Suap Pemeriksa Pajak Direktur Pajak Angin Prayitno hadirkan saksi pegawai Bank Panin (Supri Opa)

Betawipos, Jakarta- Dua Staf Pajak PT Bank Pan Indonesia (Panin Bank) Edryoko Dwi Hardono dan Hendi Purnawan membongkar gelagat tidak baik pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) seakan mau meminta jatah kepada PT Panin Bank terkait pemeriksaan pajak PT Panin Bank yang menjadi perkara di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal itu terungkap dalam percakapan elektronik atau chat dua staf pajak pada PT Panin Bank, Edryoko Dwi Hardono dan Hendi Purnawan ketika dibongkar Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan pemeriksaan saksi dengan Terdakwa mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak Kemenkeu Angin Prayitno Aji dan mantan Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan Ditjen Pajak, Dadan Ramdani.

"Berdasarkan berita acara pemeriksaan (BAP) Edryoko 'ya gue enggak tahu juga sih soalnya gelagat pemeriksaan yang 2016-2017 kesannya memang kayak minta jatah, beda sama 2010 sama 2011. Masalahnya dari Rp900 miliar bisa ke Rp300 miliar," kata Tim Anggota JPU KPK, Wawan Yunarwanto di Persidangan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, yang diikuti oleh Betawipos, Selasa (23/11/2021), malam.

Baca Juga: KPK Periksa Dua Staff Adimulya Agrolestari

Perkara ini bermula ketika ada temuan pajak yang seharusnya dibayar oleh PT Panin Bank sebesar Rp926.263.445.392. Kemudian menguak kepermukaan lantaran adanya dugaan kongkalikong Direksi PT Panin Bank dan penurunan kewajiban pajak perusahaan itu yang seharusnya berkisar Rp900 miliar menjadi Rp300 miliar.

Saksi Edryoko kemudian menjelaskan bahwa pemeriksaan yang dimaksud dalam percakapan itu yakni, tim pemeriksa pajak pada Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Tim itu terdiri dari Wawan Ridwan, Alfred Simanjuntak, Yulmanizar, dan Febrian. 

Jaksa pun mencecar kembali mengenai kata gelagat pada percakapan antara Edryoko dengan Hendi itu.

Baca Juga: KPK Siapkan Dakwaan Wakil Ketua DPR RI Non Aktif Azis Syamsuddin

Edryoko menjelaskan perihal tersebut, awalnya tim pemeriksa pajak pada Ditjen Pajak meminta akta kredit dan sudah diberikan oleh pihak PT Panin Bank. Tim disebut hanya sekadar melihat berkas itu.

Halaman:

Editor: Supri Opa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

AMPAD Dukung Jaksa Agung Hukum Mati Koruptor

Jumat, 26 November 2021 | 21:15 WIB

Kasus Cukai KPK Panggil Ajudan Bupati Bintan 

Jumat, 26 November 2021 | 11:15 WIB

KPK Periksa Lima Saksi Kasus Pajak 

Kamis, 25 November 2021 | 16:19 WIB
X