• Rabu, 26 Januari 2022

KPK Panggil Pengasuh Ponpes dan Pengusaha Usut Kasus Proyek Hulu Sungai Utara

- Selasa, 30 November 2021 | 16:39 WIB
KPK Panggil Pengasuh Ponpes dan Pengusaha Usut Kasus Proyek Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan (Supri Opa)
KPK Panggil Pengasuh Ponpes dan Pengusaha Usut Kasus Proyek Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan (Supri Opa)

Betawipos, Jakarta - Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Pengasuh dan Pemilik Pondok Pesantren Bobby Koesmanjaya terkait kasus dugaan korupsi proyek di Kabupaten Hulu Sungai Utara Propinsi Kalimantan Selatan.

Menurut jurubicara KPK Ali Fikri, pemeriksaan dilakukan di gedung merah putih kpk, di jalan kuningan madya Setiabudi Jakarta Selatan, Senen 30 Nopember 2021.

Dari hasil penelusuran Betawipos muncul nama Bobby Koesmanjaya terkait tiga nama pondok pesantren dan asrama di wilayah Kota Depok Jawa Barat, antara lain ; Pesantren Qotrun Nada, Daarul Islah Assalafy dan Babussalam.

Baca Juga: Korupsi SMK 7 Tangerang Selatan, KPK Periksa Saksi Pihak Swasta Di Imigrasi Serang

Selain Bobby KPK juga memanggil Ferry Riandy Wijaya pihak swasta. keduanya diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk berkas tersangka Bupati Abdul Wahid.

"Hari ini (30/11/2021) bertempat di gedung Merah Putih KPK, Tim Penyidik mengagendakan pemeriksaan saksi untuk Tsk AW," ujar Ali Fikri kepada media termasuk betawipos

Diberitakan KPK telah menetapkan Bupati Hulu Sungai Utara Abdul Wahid menjadi tersangka berdasarkan pengembangan penyidikan atas hasil OTT KPK kepada Kadis PU Maliki dan 2 tersangka pihak swasta, Rabu(15/9/2021).

KPK menduga Bupati Abdul Wahid telah menerima fee dari pihak swasta terkait proyek proyek pada dinas PUPR Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan.

Komitmen fee yang antara lain diduga diterima bupati melalui Maliki (Kadis PU), yaitu dari MRH dan FH dengan jumlah sekitar Rp500 juta. 

Halaman:

Editor: Supri Opa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polisi gagalkan peredaran 2 kg Ganja dan 1 kg sabu

Kamis, 6 Januari 2022 | 16:54 WIB
X