• Kamis, 29 September 2022

Laporan Terbaru CDC Sebut 5 Efek Samping Vaksin COVID19

- Senin, 8 November 2021 | 18:10 WIB
EFek
EFek


4. Miokarditis dan perikarditis

Miokarditis atau peradangan dinding otot jantung dan perikarditis atau peradangan dari perikardium setelah vaksinasi COVID-19 jarang terjadi. Hingga 13 Oktober 2021, VAERS telah menerima 1.638 laporan miokarditis dan perikarditis di antara orang berusia 30 tahun ke bawah yang menerima vaksin COVID-19.

Sebagian besar kasus telah dilaporkan setelah vaksinasi mRNA COVID-19 (Pfizer-BioNTech atau Moderna), terutama pada remaja pria dan dewasa muda. Melalui tindak lanjut, termasuk tinjauan rekam medis, CDC dan FDA telah mengkonfirmasi 945 laporan tentang miokarditis atau pericarditis dan kini sedang menyelidiki laporan ini untuk menilai apakah ada hubungan dengan vaksinasi COVID-19.

Baca Juga: Kiprah Adik Aktifis '98 Yang Dihilangkan Negara Di Tengah Pandemi Covid-19


5. Laporan kematian setelah vaksinasi COVID-19 jarang terjadi. Lebih dari 408 juta dosis vaksin COVID-19 diberikan di Amerika Serikat dari 14 Desember 2020 hingga 18 Oktober 2021.

Selama waktu tersebut, VAERS menerima 8.878 laporan kematian (0,0022%) di antara orang-orang yang menerima COVID-19 vaksin. FDA mewajibkan penyedia layanan kesehatan untuk melaporkan kematian apapun setelah vaksinasi COVID-19 kepada VAERS, meskipun tidak jelas apakah vaksin itu penyebabnya. Laporan efek samping kepada VAERS setelah vaksinasi, termasuk kematian, tidak selalu berarti bahwa vaksin menyebabkan masalah kesehatan.

“Tinjauan informasi klinis yang tersedia, termasuk bukti kematian, autopsi, dan catatan medis, belum menetapkan hubungan sebab akibat dengan vaksin COVID-19. Namun, laporan terbaru menunjukkan hubungan kausal yang masuk akal antara Vaksin J&J/Janssen COVID-19 dan TTS, efek samping yang jarang dan serius seperti pembekuan darah dengan trombosit rendah yang telah menyebabkan kematian,” demikian dilansir CDC.

Di Indonesia, hingga saat ini tidak ada kasus meninggal dunia akibat COVID-19. Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) Prof Hindra Irawan Satari menegaskan sampai saat ini tidak ada yang meninggal karena vaksinasi COVID-19.

Sempat beredar kabar bahwa sebanyak 30 orang meninggal dunia setelah melakukan vaksin COVID-19.

Prof Hindra menjelaskan ada 27 kasus kematian diduga akibat vaksinasi dengan Sinovac. Namun setelah investigasi, kematian tersebut tidak terkait dengan vaksinasi. Investigasi meliputi data pemeriksaan, perawatan, rontgen, hasil laboratorium, dan CT Scan.

“10 kasus akibat terinfeksi COVID-19, 14 orang karena penyakit jantung dan pembuluh darah, 1 orang karena gangguan fungsi ginjal secara mendadak dan 2 orang karena diabetes mellitus dan hipertensi tidak terkontrol,” jelasnya.

Sementara yang meninggal diduga akibat vaksinasi AstraZeneca ada 3 kasus. Namun juga tidak diakibatkan oleh vaksinasi melainkan karena penyakit lain.(https://covid19.go.id/bagus)

Halaman:

Editor: Bagus Herawan

Sumber: https://covid19.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kenya Dukung Rencana Otonomi Sahara Maroko

Minggu, 18 September 2022 | 17:50 WIB

Kenya Putuskan Tolak SADR

Jumat, 16 September 2022 | 08:27 WIB

Republik Cabo Verde Buka Konsulat di Dakhla

Kamis, 1 September 2022 | 15:04 WIB

Jepang Tolak Partisipasi Polisario di TICAD   

Rabu, 31 Agustus 2022 | 11:27 WIB

Maroko Putuskan Tak Ikut KTT Ticad

Minggu, 28 Agustus 2022 | 14:11 WIB

Peru Dukung Otonomi Sahara Maroko, Tolak SADR

Jumat, 19 Agustus 2022 | 15:02 WIB

Terkait Pegasus NSO Segel 12 negara UE

Senin, 15 Agustus 2022 | 11:59 WIB

Togo Resmi Buka Kantor Konsulat di Dakhla

Jumat, 22 Juli 2022 | 19:11 WIB
X