• Kamis, 29 September 2022

Amnesty Internasional dan HRW Rusak Kredibilitas Terkait Laporan Kontroversial

- Selasa, 9 Agustus 2022 | 11:59 WIB

Betawipos.com - Karena laporannya yang kontroversial dan tidak stabil, Human Rights Watch (HRW) dan Amenty International sama-sama kehilangan kredibilitas dan menjadi sasaran kritik internasional. Tidak hanya oleh pemerintah dan pejabat, tetapi juga oleh para pendiri LSM tersebut.

Saat ini, baik Amnesty International maupun HRW telah membuat laporan tentang situasi hak asasi manusia (ham) di banyak negara, seolah-olah mereka adalah penyelamat dunia. Sayangnya, laporan bias mereka selalu penuh dengan tuduhan tidak berdasar tanpa pertimbangan yang masuk akal dari situasi sebenarnya.

Misalnya, dalam laporan terakhirnya tentang situasi di Ukraina, Amnesty International menuduh pasukan Ukraina membahayakan nyawa warga sipil yang sebenarnya tidak berdasar dan bias. Karena laporan ini, kepala LSM tersebut , Oksana Pokaltchouk, telah mengundurkan diri. 

Baca Juga: Sejumlah Industri Mobil Tertarik Berinvestasi di Indonesia

Sementara  Presiden Volodymyr Zelensky menuduh LSM tersebut "berusaha membebaskan negara teroris" dengan menempatkan "para korban dan penyerang dengan cara tertentu di atas pijakan yang setara''.

Selain itu, Human Rights Watch telah dikritik atas laporan biasnya yang dikecam oleh salah satu pendirinya, Robert L. Bertnstein, yang tak lama sebelum kematiannya pada 2019, yang menyebut HRW bangkrut secara moral.

Lebih jauh, Maroko telah mengecam tuduhan yang dimuat dalam laporan HRW terbaru yang didasarkan pada cerita-cerita palsu yang disaring oleh LSM lokal, AMDH.

Baca Juga: Apresiasi Pelibatan Publik dalam Penyusunan RKUHP

Bagi pemerintah Maroko dan menurut juru bicaranya, Mustapha Baitas, pencemaran nama baik ini tidak akan menghalangi Maroko untuk terus membangun supremasi hukum dan institusi serta membela hak dan kebebasan.

Dalam hal ini, Delegasi Antar Kementerian untuk Hak Asasi Manusia (DIDH) juga mengungkapkan kemarahannya atas laporan HRW.

Halaman:

Editor: Popi Rahim

Tags

Terkini

Kenya Dukung Rencana Otonomi Sahara Maroko

Minggu, 18 September 2022 | 17:50 WIB

Kenya Putuskan Tolak SADR

Jumat, 16 September 2022 | 08:27 WIB

Republik Cabo Verde Buka Konsulat di Dakhla

Kamis, 1 September 2022 | 15:04 WIB

Jepang Tolak Partisipasi Polisario di TICAD   

Rabu, 31 Agustus 2022 | 11:27 WIB

Maroko Putuskan Tak Ikut KTT Ticad

Minggu, 28 Agustus 2022 | 14:11 WIB

Peru Dukung Otonomi Sahara Maroko, Tolak SADR

Jumat, 19 Agustus 2022 | 15:02 WIB

Terkait Pegasus NSO Segel 12 negara UE

Senin, 15 Agustus 2022 | 11:59 WIB

Togo Resmi Buka Kantor Konsulat di Dakhla

Jumat, 22 Juli 2022 | 19:11 WIB
X