• Jumat, 19 Agustus 2022

Sisi lain PPS Muara Baru melalui carut-marut wajah sarpras

- Kamis, 13 Januari 2022 | 11:41 WIB
Banjir Rob
Banjir Rob

Betawipos,Jakarta - Memasuki musim hujan, semua orang yang beraktivitas di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Nizam Zachman, Muara Baru Jakarta Utara mulai antisipasi berbagai kemungkinan terutama sandbag pada revetment, kendaraan truck yang fungsinya diubah menjadi angkutan orang, dan lain sebagainya.

Sehingga tidak heran, setelah jam-jam kerja di PPS, ada truck lalu-lalang yang penuh dengan para karyawati. Sebagian besar mengenakan hijab dan duduk di dalam bak atau bersandaran pada dinding bak yang terbuat dari kayu. Para pekerja/buruh perempuan diantar sampai depan PPS sehingga mereka tidak harus basah-basahan karena banjir rob.

 “seperti itu (pemandangan) para pekerja perempuan duduk di truk, kalau terbalik?! Mereka tidak berpikir lagi (keselamatan) selama mereka masih harus mencari nafkah,” kata salah seorang buruh lepas di area transit dermaga timur PPS, Agus.

Baca Juga: PPS Muara Baru mulai timbun sirtu, cegah banjir rob

Sisi lain akivitas di PPS, yakni para ABK (anak buah kapal) yang masih menunggu kesempatan berlayar. Selama dua bulan belakangan ini, cuaca buruk sehingga kapal-kapal ikan tidak bisa berlayar.

Resiko akibat cuaca buruk, terjadinya musibah/kecelakaan pelayaran. Kondisi dinamika atmosfer meningkatkan potensi hujan sedang hingga lebat serta angin kencang, dan gelombang tinggi.

“Sudah dua bulan (tidak berlayar), mungkin setelah Imlek (1/2). Saya mau pulang, tidak ada uang,” kata Imam yang biasanya tidur di ruangan kosong blok A Muara Baru Center (MBC).

Ia mengaku sudah beraktivitas sebagai nelayan dan ABK sejak tahun 1989. Awalnya, ia menetap di Bone, Sulawesi Selatan dan memutuskan untuk ikut berlayar. Setelah itu, ia ‘terdampar’ di PPS dan mengenal para pelaku usaha terutama pemilik kapal-kapal ikan. Dulunya ia sering diminta pengusaha kapal ikan untuk mengordinasi ABK.

“Boss saya luar biasa, tapi saya tidak berani menceritakan. Saya kan bukan anak buahnya lagi. Para pengusaha ikan di PPS bekerja dengan disiplin tinggi. (sikap disiplin) karena khawatir kalau karyawan, ABK malas. Tujuannya baik, walaupun kadang, (pengusaha di PPS) suka caci maki,” kata pemuda kelahiran 45 tahun yang lalu.

Halaman:

Editor: Supri Opa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X