• Kamis, 7 Juli 2022

Budaya makan onde khas Tionghoa masih relevan di tengah jor-joran teknologi informasi

- Minggu, 26 Desember 2021 | 20:27 WIB
Makan onde khas Tionghoa di Glodok
Makan onde khas Tionghoa di Glodok

Betawipos,Jakarta - Budaya dan tradisi makan onde atau Tang Ce khas Tionghoa dianggap masih sangat relevan kendatipun masyarakat terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya semakin berorientasi pada teknologi informasi, metropolis dan pragmatis.

Kota-kota besar dengan sajian hiburannya juga semakin jor-joran.

“Onde mempererat hubungan keluarga. Masyarakat metropolitan selalu sibuk, dan setiap orang bisa pesan (onde) dengan aplikasi online. Tapi makannya bersama-sama dengan anggota keluarga,” pemerhati dan penulis novel sejarah Tionghoa Amalia mengatakan kepada Redaksi,26 Desember 2021.

Baca Juga: Saksi Fakta: Saat Penggerebekan Nia Ramadani Sedang Siapkan Makanan Untuk Anaknya

Pada tanggal 22 Desember 2011, masyarakat Tionghoa di seluruh dunia merayakan suasana musim semi atau “Dong Zhi” atau Winter Solstice.

Perayaan ini merupakan perayaan terbesar dalam kalendar orang Tionghoa sebelum tahun baru Imlek yang jatuh pada 1 Pebruari 2022 mendatang. Suatu masa dahulu di Tiongkok daratan, perayaan ini identik dengan perayaan tahun baru.

 “Kalau onde (dikaitkan) untuk persembahyangan, sudah sangat jarang dan minim. Karena banyak orang Tionghoa yang pindah agama dan tidak lagi sembahyang leluhur. Walaupun sebetulnya budaya makan onde tidak terkait dengan agama,” kata perempuan yang akrab disapa ‘Lia’.

Baca Juga: Menjelang Hari Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, Begini Himbauan PGPI Untuk Gereja-Gereja Pantekosta

Acara Kongkow Budaya diselenggarakan di Wihara Dharma Jaya Toasebio Glodok, dihadiri oleh sekitar 80 orang dengan protokol kesehatan.

Halaman:

Editor: Supri Opa

Tags

Terkini

X