• Kamis, 7 Juli 2022

Khasiat dan Kekuatan Magis Kayu Setigi, Mitos atau Fakta?

- Kamis, 24 September 2020 | 06:00 WIB
FB_IMG_1592230875240
FB_IMG_1592230875240


Betawipos, Karimunjawa - Kayu Setigi dan Jawara Betawi seolah dua hal yang tak bisa dilepaskan. Di setiap adegan perfilman yang mengangkat cerita jawara Betawi, seringkali kita menyaksikan si tokoh mengenakan gelang maupun kalung kayu warna hitam yang dikenal sebagai kayu setigi. Bukan hanya itu, terkadang golok yang dipakai menggunakan kayu setigi untuk gagang dan sarungnya.





Mungkin masih sedikit masyarakat yang mengenal dan pernah mendengar istilah kayu setigi. Kayu setigi merupakan jenis kayu yang bisa ditemui tumbuh di pantai selatan Jawa. Jenis kayu ini merupakan jenis kayu yang katanya sudah hampir punah. Kayu ini sendiri memiliki nama lain santiki, suntugi, mentigi, ataupun mantiggi.





Selain berada di Indonesia, Betawipos mencatat, kayu setigi ini juga dapat ditemui di pesisir Asia selatan dan Asia Tenggara, seperti singapura, Filipina, Thailand, Vietnam, Sri Lanka, dan juga pesisir Australia bagian utara.serta kepulauan Pasifik, seperti Mikronesia, Fuji, Guam, Kaledonia. Selain itu pohon setigi juga dapat ditemui di daerah Afrika TImur, seperti Maladewa dan Tanzania.





Kayu stigi adalah kayu yang banyak dikenal masyarakat sebagai kayu dengan kekuatan magis. Bahkan tidak sedikit masyarakat yang menjulukinya sebagai Raja Kayu bertuah. Kayu stigi ini mempunyai ciri – ciri keras, kuat dan juga dinamis.

Pohon stigi memiliiki tinggi kurang lebih setinggi 4 meter dari permukaan tanah dengan batang yang berkelok – kelok. Percabangannya terlihat tidak teratur.





-
Tasbih dari kayu setigi




Sebagai jenis kayu yang sudah hampir punah, maka sudah pasti kayu stigi ini masuk ke dalam salah satu komoditi yang dilindungi pemerintah. Untuk memperolehnya tidak bisa asal tebang seperti pohon kebanyakan, tapi harus memiliki surat khusus dan tujuan tertentu yang jelas manfaatnya.

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X