• Rabu, 26 Januari 2022

'Ini Babak Baru : Kasus Gajah Lawan Semut'

- Jumat, 26 November 2021 | 15:47 WIB
Gajah lawan semut  (Supri Opa)
Gajah lawan semut (Supri Opa)

Betawipos, Jakarta- Babak baru kasus Gajah Lawan Semut yaitu kasus Wilmar melalui perusahaan afiliasinya PT Sentratama Niaga Indonesia (SNI) melaporkan Founder PT Lumbung Padi Indonesia (LPI) Luwia Farah Utari ke Bareskrim Polri dengan tuduhan melakukan tindak pidana pemalsuan surat dan atau penipuan. 

Laporan itu atas nama PT Sentratama Niaga Indonesia (SNI), perusahaan afiliasi Wilmar yang tertera berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/0302/V/2021/ Bareskrim tertanggal 6 Mei 2021.

Atas laporan tersebut, Kuasa Hukum Luwia Farah Utari, Mohamad Ali Imran Ganie mempertanyakan maksud dan tujuan adanya Laporan Polisi yang dilakukan oleh PT Sentratama Niaga Indonesia (SNI) tersebut kepada kliennya.

Baca Juga: Dirut Krakatau Steel Sebut Guard Rail Produk Terbaru Program Hilirisasi Baja

Hal itu karena Luwia Farah Utari selaku kliennya menilai bahwasannya saham sudah diambil secara tidak sah dan melawan hukum namun saat ini justru melaporkan lagi ke Bareskrim Polri. 

Ia menggunakan istilah Wilmar itu adalah "gajah besar" dengan gurita bisnis yang luar biasa, sedangkan Luwia adalah seorang pengusaha wanita yang kini sedang berjuang kembali mendapatkan haknya.

"Ini menegaskan kembali bahwa status dalam pemberitaan yang ada saat ini hanya menginformasikan telah diterbitkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke pihak Kejaksaan. Adapun prosedur dan/atau manajemen penyidikan tindak pidana tersebut adalah memang sebagaimana diatur dalam ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Imran melalui surat elektronik yang diterima oleh Betawipos, Jum'at (26/11/2021).

Imran menjelaskan, penyidik wajib memberitahukan dan menyerahkan SPDP penyidikan kepada penuntut umum, terlapor, dan korban/pelapor dalam kurun waktu paling lambat tujuh hari setelah dikeluarkannya surat perintah penyidikan.

Adapun yang dimaksud dalam hal ini adalah setelah diterbitkan Surat Perintah Penyidikan Nomor : SP.Sidik/1312.2a/XI/2021/Dittipidum, tanggal 16 November 2021.

Halaman:

Editor: Supri Opa

Sumber: Liputan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Membangun Indonesia Dari Papua

Minggu, 23 Januari 2022 | 22:45 WIB

Perludem Sebut PPP  Peduli  Anak Muda

Sabtu, 22 Januari 2022 | 20:30 WIB

Timnas Tak Boyong Piala AFF 2020, Ini Kata Puan!

Minggu, 2 Januari 2022 | 14:28 WIB

Akhir tahun walikota Malang sidak 2 proyek besar

Kamis, 30 Desember 2021 | 03:12 WIB

Bamsoet Desak Kemenkeu Hapus Pajak Tinggi Alkes

Rabu, 29 Desember 2021 | 20:28 WIB

Harga Bapok Melambung, Puan: Operasi Pasar!

Rabu, 29 Desember 2021 | 14:56 WIB
X