• Jumat, 27 Mei 2022

Pemerintah Umumkan Varian Baru Omicron dan Kebijakan Larangan Masuk WNA ke Indonesia

- Minggu, 28 November 2021 | 23:12 WIB
Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan Umumkan waspada Virus Delta Varian Baru (M Shiddiq via Zoom)
Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan Umumkan waspada Virus Delta Varian Baru (M Shiddiq via Zoom)

Pada 26 November 2021, WHO telah meningkatkan status varian baru tersebut menjadi varian of concern dan memberikan nama varian baru tersebut sebagai varian Omicron (B11529). 

Baca Juga: Kopi Spesial Indonesia Jadi Pilihan Favorit di World Specialty Coffee 2021 Tokyo

Sampai dengan hari ini ada 13 negara sudah mengumumkan bahwa mereka mendeteksi confrom dan propable cases. 

"Varian omicron ini di negara mereka dimulai dari negara Afrika Selatan, dan Botswana. Varian omicron ini sudah ditemukan diantaranya di Jerman, Belgia, Inggris, Israel, Australia dan Hongkong," papar Luhut. 

Atas hal tersebut, pemerintah tidak bisa mengesampingkan kemungkinan varian omicron sudah menyebar kelebih banyak negara lainnya.

Baca Juga: Pandemi Melandai Pelecehan Seksual Melanda Jakarta Utara

"Kebijakan karantina pada poin diatas akan diberlakukan mulai 29 November 2021 pukul 00.01 WIB. List dari negara-negara tersebut bisa bertambah atau berkurang berdasarkan evaluasi secara berkala dilakukan oleh pemerintah, kementerian kesehatan dan juga akan meningkatkan tindakan genomics stancing, terutama dari kasus-kasus positif yang dari riwayat perjalanan ke luar negeri untuk mendeteksi varian omicron ini," sambung Menko Marves.

Luhut menegaskan, pemerintah memperkirakan kerjasama internasional yang baik dibutuhkan 1 hari hingga satu minggu kedepan. Untuk bisa lebih memahami lagi bagaimana efek dari varian omicron ini terhadap vaksin dan anti bodi yang terbentuk dari infeksi alamiah. 

Hal ini mengingat ada banyaknya mutasi pada area-area reseptor yang punya domain dari virus untuk mengikat sel yang akan diinfekei, yang biasanya dijadikan sasaran bagi anti bodi untuk mengenali virus covid-19. Sehingga ketika terjadi mutasi pada bagian tersebut muncul kekhawatiran bahwa varian omicron ini dapat mengurangi efektivitas vaksin yang ada. 

Baca Juga: Sarang Burung Walet bisa dikembangkan di NTB

Halaman:

Editor: Supri Opa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DOB Memacu Percepatan Pembangunan Papua

Kamis, 26 Mei 2022 | 15:25 WIB

Mendukung Penangkapan Kelompok Teroris

Rabu, 25 Mei 2022 | 08:32 WIB

Tetap Taat Prokes Meskipun Kasus Menurun

Senin, 16 Mei 2022 | 07:10 WIB

Banyak Negara Dukung Presidensi G20 Indonesia

Senin, 16 Mei 2022 | 07:02 WIB

Mengapresiasi Pembentukan Tim Transisi IKN

Minggu, 15 Mei 2022 | 06:58 WIB
X