• Rabu, 26 Januari 2022

Pemerintah Dukung Inovasi Industri Hasil Tembakau, Ini Alasannya

- Selasa, 30 November 2021 | 19:25 WIB
Pemerintah Dukung Inovasi produk tembakau HM Sampoerna Tbk (Humas Kemenko Perekonomian)
Pemerintah Dukung Inovasi produk tembakau HM Sampoerna Tbk (Humas Kemenko Perekonomian)

Betawipos, Karawang - Industri pengolahan tembakau berperan penting dalam menggerakkan ekonomi nasional, karena mempunyai multiplier effect yang luas. 

Industri jasa terkait dapat tumbuh melalui ekspansi investasi, penyediaan lapangan usaha dari hulu ke hilir, penyerapan tenaga kerja, pemanfaatan bahan baku dalam negeri serta kontribusi cukai.

Kesemuanya menjadi bagian darj penyumbang pendapatan negara pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Baca Juga: Kemenkeu: Pertumbuhan Ekonomi Papua Capai 14 Persen Momentum Bangun SDM Hebat

Saat ini, kinerja industri hasil tembakau di Indonesia mencatatkan kontribusi terhadap APBN pada tahun 2020 sebesar 10,11%. Penerimaan cukai sepanjang tahun 2020 mencapai 205,68 triliun rupiah dengan proporsi terbesar Cukai Hasil Tembakau sebesar 170,24 triliun rupiah atau naik sebesar 3,24%.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan mencatat produksi rokok mengalami tren penurunan dari tahun 2016 s.d. 2018. Angka produksi terendah terjadi pada tahun 2018 yang tercatat sebesar 332 miliar batang. Pada periode Januari s.d. September, industri rokok berdasarkan jenisnya pada tahun 2021 mengalami total kenaikan produksi secara tahunan sebesar 4,3% atau di angka 235,9 miliar batang.

Kontribusi industri hasil tembakau terhadap ekspor memiliki nilai yang positif dimana ekspor cenderung meningkat. Namun di masa pandemi ini, kinerja ekspor industri hasil tembakau pada tahun 2020 mengalami sedikit penurunan dari periode sebelumnya sebesar 3,96%.

Baca Juga: Kolaborasi Tingkatkan Pemulihan Ekonomi

Produk Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL) seperti rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan merupakan hasil dari pengembangan inovasi serta teknologi telah digunakan di sejumlah negara sebagai strategi alternatif untuk membantu perokok untuk beralih ke produk tembakau yang lebih rendah risiko.

Halaman:

Editor: Supri Opa

Sumber: Humas Kemenko Perekonomian

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Membangun Indonesia Dari Papua

Minggu, 23 Januari 2022 | 22:45 WIB

Perludem Sebut PPP  Peduli  Anak Muda

Sabtu, 22 Januari 2022 | 20:30 WIB

Timnas Tak Boyong Piala AFF 2020, Ini Kata Puan!

Minggu, 2 Januari 2022 | 14:28 WIB

Akhir tahun walikota Malang sidak 2 proyek besar

Kamis, 30 Desember 2021 | 03:12 WIB

Bamsoet Desak Kemenkeu Hapus Pajak Tinggi Alkes

Rabu, 29 Desember 2021 | 20:28 WIB

Harga Bapok Melambung, Puan: Operasi Pasar!

Rabu, 29 Desember 2021 | 14:56 WIB
X