• Jumat, 27 Mei 2022

Amin Ak: CSR BUMN Harus Berperan Hadirkan Kemaslahatan

- Rabu, 5 Januari 2022 | 18:03 WIB
CSR BUMN
CSR BUMN

Betawipos, Lumajang - Program Tanjung Jawab Soial dan Lingkungan (TJSL) BUMN semestinya berperan tidak hanya dalam memberikan bantuan kepada masyarakat. TJSL juga harus meluas kepada pemberdayaan umat sesuai dengan tujuannya dengan menekankan tentang pentingnya membangun kemaslahatan, menghilangkan kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi VI DPR RI, Amin Ak saat menyampaikan sosialisasi Peran CSR dalam Pemberdayaan Ummat, Rabu (5/1/2022) di Klakah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Lebih lanjut Amin mengatakan, salah satu masalah besar yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini adalah masalah kemiskinan dan kefakiran. Pandemi Covid 19 yang memukul perekonomian masyarakat, membuat angka kemiskinan kembali bertambah.

Baca Juga: Dua Ton “Beras Untuk Rakyat” Dari Mbak Puan Terserap Di Lumajang

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) merilis, BPS merilis angka kemiskinan tahun 2021 sebesar 10,14% atau sebanyak 27,54 juta penduduk Indonesia berstatus miskin. Jumlah tersebut didasarkan pada patokan pendapatan US$1per kapita per hari.

UJika standarnya dinaikkan menjadi US$2 per kapita per hari, Amin memperkirakan jumlahnya bakal melonjak tiga kali lipatnya. BPS juga mencatat, tahun 2021 tingkat pengangguran di Indonesia sebanyak 9,1 juta orang.

“Besarnya tingkat kemiskinan dan angka pengangguran bisa berdampak pada permasalahan sosial di masyarakat. Program TJSL harus berperan dalam mengatasi permasalahan ini dan menghadirkan kemaslahatan,” ujar Amin.

Baca Juga: Satpol PP Lumajang Bongkar Baliho Puan Maharani, Ketua DPR RI Yang Kunjungi Lokasi Bencana Gunung Semeru

Tuntutan terhadap peran aktif BUMN dalam pemberdayaan masyarakat semakin besar seiring pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung dua tahun ini. Pandemi menyebabkan makin banyaknya pekerja telah dirumahkan, data tahun 2021 umlahnya mencapai 3,5 juta orang. Belum lagi ditambah dengan sulitnya penyediaan lapanga kerja bagi angkatan kerja usia produktif yang mencapai 53% untuk kalangan usia 18-30 tahun.

Halaman:

Editor: Supri Opa

Sumber: Effendi Murdiono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DOB Memacu Percepatan Pembangunan Papua

Kamis, 26 Mei 2022 | 15:25 WIB

Mendukung Penangkapan Kelompok Teroris

Rabu, 25 Mei 2022 | 08:32 WIB

Tetap Taat Prokes Meskipun Kasus Menurun

Senin, 16 Mei 2022 | 07:10 WIB

Banyak Negara Dukung Presidensi G20 Indonesia

Senin, 16 Mei 2022 | 07:02 WIB

Mengapresiasi Pembentukan Tim Transisi IKN

Minggu, 15 Mei 2022 | 06:58 WIB
X