• Kamis, 7 Juli 2022

Gaduh Tata Kelola Perbankan Bank Jatim, Centre For Banking Crisis: Pengaruhnya Pada Deviden Bisa Separah Ini

- Rabu, 25 Mei 2022 | 08:27 WIB
Diréktur CBC Sugiharso saat diwawancara awak media di Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang (Sidik)
Diréktur CBC Sugiharso saat diwawancara awak media di Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang (Sidik)

Betawipos, Malang- Tata kelola perbankan PT Bank Jatim dinilai mengalami mismanajemen hingg terjadi kegaduhan. Kesalahan tata kelola perbankan itu terjadi pasca Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2021 (RUPST TB 2021), Maret 2022 lalu.

Demikian dikatakan Centre For Banking Crisis (CBC) Jawa Timur, kepada awak media termasuk Betawipos, di Malang Jawa Timur, 24 Mei 2022. Direktur CBC Sugiharso mengaku prihatin dengan tata kelola perbankan PT Bank Jatim mengingat hal itu justru akan memperburuk citra bank yang menjadi kebanggaan warga Jawa Timur.

Sugiharso mengaku, pertemuan dengan Kasipidsus Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang, Agus Haryono SH terkait pemanggilan Kepala Divisi Pengendalian Keuangan Bank Jatim Nur Eko Ardian berdasarkan surat panggilan saksi Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang nomor : SP- 151/M. 520/FD 1/05/2022.

Baca Juga: Pemerintah Menjamin Proses Kemudahan Investasi di Indonesia

Lelaki yang juga ketua Assosiasi Pemegang Saham( APS) Bank Jatim itu khawatir, investor akan berpikir dua kali untuk mengucurkan dananya ke bank tersebut.

"Investor takut berinvestasi ke Bank Jatim, karena ada kegaduhan yang tidak pernah berhenti, selalu mencari-cari kesalahan. Ujungnya deviden tentu akan mengalami penurunan " tuturnya.

Selaku Ketua Assosiasi pemegang saham  seri B Bank Jatim, dirinya berharap para pimpinan tetap solid menjaga stabilitas Bank Jatim. Dirinya mengungkapkan, yang berinvestasi ke Bank Jatim tidak hanya warga dalam negeri ( Indonesia ) tetapi ada 25 Negara pembeli saham seri B. Mereka berasal dari USA, Jerman, UK, Singapura, Belanda, Cina, Australia dan Jepang.

Baca Juga: Mencegah Penyebaran Paham Radikal di Kalangan Pegawai Pemerintah

"Jika sering terjadi kasus korupsi dari  pengajuan kredit, maka kedepan akan berpengaruh terhadap kepercayaan publik terhadap Bank kebanggaan kita ini " tandasnya.

Halaman:

Editor: Sidik Purwoko

Sumber: Reportase

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pyramid, Kamang, dan Tiwaniku Masamba

Rabu, 6 Juli 2022 | 15:27 WIB

Mengapresiasi Keberhasilan Misi Damai Jokowi

Rabu, 6 Juli 2022 | 15:18 WIB

Portugis di Jakarta

Selasa, 5 Juli 2022 | 15:53 WIB

Kaum Muda Berperan Penting Sukseskan KTT G20

Selasa, 5 Juli 2022 | 15:49 WIB

Pemerintah Percepat Revisi UU Cipta Kerja

Selasa, 5 Juli 2022 | 15:48 WIB

DOB Gerbang Emas Wujudkan Papua Maju

Selasa, 5 Juli 2022 | 15:48 WIB

Pemerintah Maksimalkan Persiapan Jelang KTT G20

Senin, 4 Juli 2022 | 18:55 WIB

Mengapresiasi Pembentukan Satgas PMK

Senin, 4 Juli 2022 | 18:53 WIB

Kapan Indonesia bersenjata api?

Senin, 4 Juli 2022 | 18:50 WIB

Aw Siew Peng-Fifi Jong Menjiwai "ruh" Melayu

Jumat, 1 Juli 2022 | 15:32 WIB
X