• Kamis, 7 Juli 2022

Mendukung Penangkapan Kelompok Teroris

- Rabu, 25 Mei 2022 | 08:32 WIB

Ilustrasi: Mendukung Penangkapan Terorisme

Masyarakat mendukung penangkapan kelompok teroris yang selama ini memicu ketakutan dan menimbulkan korban jiwa. Dengan adanya penangkapan tersebut, aksi brutal teroris diharapkan dapat dicegah.

Kelompok teroris kerap meresahkan banyak masyarakat, aksi mereka terkadang justru membuat suasana damai berubah menjadi ketakutan. Parahnya aksi mereka ini juga berpotensi  melahirkan kerugian bagi fisik maupun moril. Pemerintah tentu harus tegas dalam menangkap para teroris agar tercipta suasanya yang damai di NKRI.

Sebelumnya, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri telah berhasil meringkus 24 anggota teroris yang tergabung dalam kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) jaringan Poso, Sulawesi Tengah dan Kelompok Daulah Islamiah State of Iraq and Syria (ISIS).

Brigjen Ahmad Ramadhan selaku Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri mengatakan, puluhan teroris itu berhasil ditangkap di Sulawesi Tengah, Bekasi dan Kalimantan. Kendati demikian, Ramadhan belum menjelaskan secara terperinci identitas dari 24 orang teroris yang ditangkap Densus 88 tersebut.

Ramadhan hanya menjelaskan bahwa 22 orang tersebut berhasil dibekuk di Sulawesi Tengah, 1 orang di Bekasi dan 1 orang di Kalimantan Timur. Ia mengungkapkan bahwa ke-24 orang tersebut telah mengucapkan sumpah setia atau baiat kepada pimpinan baru ISIS Abu Hasan Al-Hashemi Al-Qurashi.

Para teroris tersebut terindikasi telah mengucapkan ikrar setia kepada ISIS secara mandiri melalui grup media sosial (Medsos) yang dikirimkan oleh salah satu tersangka berinisial HJ. Tidak hanya itu, mereka juga telah mengikutkan kegiatan Idad atau persiapan melakukan serangan di Sulawesi Tengah. Hal ini tentu saja tidak bisa dibiarkan, jangan sampai teroris merasa leluasa untuk melancarkan aksi brutalnya.

Saat ini, pergeseran pola penyebaran paham terorisme dari media offline ke media online telah terjadi, sehingga pemerintah memiliki peran yang semakin penting nan rumit dalam upaya pencegahan dan penanggulangan terorisme. Terlebih jumlah pengguna Internet di Indonesia yang mengalami kenaikan sebesar 15,5%, total pada tahun ini tak kurang 202,6 juta orang pengguna internet di Indonesia.

Prof Cecep Darmawan yang merupakan Guru Besar Ilmu Politik UPI mengatakan, terorisme merupakan kejahatan luar biasa yang universal dan mengancam nilai-nilai kemanusiaan, perdamaian, keamanan, persatuan bahkan peradaban. Terorisme adalah musuh terbesar kemanusiaan sepanjang masa.

Halaman:

Editor: Pandu Wibowo

Tags

Terkini

Pyramid, Kamang, dan Tiwaniku Masamba

Rabu, 6 Juli 2022 | 15:27 WIB

Mengapresiasi Keberhasilan Misi Damai Jokowi

Rabu, 6 Juli 2022 | 15:18 WIB

Portugis di Jakarta

Selasa, 5 Juli 2022 | 15:53 WIB

Kaum Muda Berperan Penting Sukseskan KTT G20

Selasa, 5 Juli 2022 | 15:49 WIB

Pemerintah Percepat Revisi UU Cipta Kerja

Selasa, 5 Juli 2022 | 15:48 WIB

DOB Gerbang Emas Wujudkan Papua Maju

Selasa, 5 Juli 2022 | 15:48 WIB

Pemerintah Maksimalkan Persiapan Jelang KTT G20

Senin, 4 Juli 2022 | 18:55 WIB

Mengapresiasi Pembentukan Satgas PMK

Senin, 4 Juli 2022 | 18:53 WIB

Kapan Indonesia bersenjata api?

Senin, 4 Juli 2022 | 18:50 WIB

Aw Siew Peng-Fifi Jong Menjiwai "ruh" Melayu

Jumat, 1 Juli 2022 | 15:32 WIB
X