• Kamis, 7 Juli 2022

UU Cipta Kerja Mendapatkan Apresiasi dari Pengusaha AS

- Kamis, 26 Mei 2022 | 15:14 WIB

Jakarta, betawipos-- Undang-undang (UU) Cipta Kerja merupakan terobosan Pemerintah untuk menyederhanakan regulasi dalam rangka memudahkan investasi. Keberadaan UU Cipta Kerja tidak saja mendapat apresiasi dari kalangan dalam negeri, namun juga  dari pengusaha Amerika.

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa perwakilan 12 perusahaan Amerika Serikat (AS) yang menghadiri forum bisnis arahan Presiden Joko Widodo dan dikoordinasi oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Washington DC, Amerika Serikat, mengapresiasi keberadaan UU Cipta Kerja.

Bahlil mengakui bahwa dirinya merasa senang dan bangga sebab dari semua pernyataan 12 perusahaan tersebut memberikan apresiasi terhadap apa yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Menurutnya, UU Cipta Kerja ditangkap dengan baik oleh perusahaan-perusahaan AS tersebut sebagai upaya positif pemerintah RI dalam memangkas berbagai macam prosedur dan kerumitan birokrasi dalam pemberian izin, termasuk investasi.

Berbagai macam hal dibahas dengan 12 perusahaan yang hadir tersebut. Mulai dari potensi investasi yang akan mereka tanamkan di Indonesia, hingga regulasi yang ada di Indonesia seperti UU Cipta Kerja. Menurut Bahlil, perusahaan yang hadir tersebut memberikan respons positif terhadap adanya UU Cipta Kerja di Indonesia.

Ini merupakan sebuah tanda baik untuk bagaimana kita meyakinkan para investor global maupun dalam negeri bahwa posisi Indonesia saat ini sudah tepat dan melakukan perubahan dari tahun ke tahun. Forum bisnis tersebut antara lain juga menghasilkan kesiapan Microsoft untuk membangun data center dan beberapa infrastruktur telekomunikasi di Indonesia.

Beberapa perusahaan lain yang menyatakan kesiapan berinvestasi adalah Cargil yang bergerak di industri agrikultur, Air Products & Chemical dan Freeport. Khusus untuk Freport Bahlil melaporkan bahwa progres pembangunan fasilitas smelter Freeport di Gresik, Jawa Timur, saat ini sudah mencapai 40% dan ditargetkan rampung pada akhir 2023. Hal ini adalah perintah dari Presiden Jokowi terkait dengan implementasi Undang-undang Minerba. Jadi, hilirisasi adalah salah satu kunci yang tidak diprioritaskan kepada salah satu perusahaan tertentu, tapi harus semuanya sama.

 

Bahlil mengaku, semua perusahaan tersebut memberikan apresiasi terhadap hadirnya UU Cipta Kerja. Karena UU Cipta Kerja mampu memangkas berbagai macam birokrasi dan dapat mempermudah usaha.     Tentu saja adanya respons yang baik tersebut bisa dinilai sebagai sinyal positif bagi iklim investasi tanah air. Investor akan lebih yakin untuk melebarkan bisnisnya ke Indonesia.

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Rosan Roeslani, mengatakan kehadiran UU Cipta Kerja memang menimbulkan dampak positif perdagangan Indonesia-AS maupun investasi AS di Indonesia. Dirinya mengungkapkan bahwa pada 2021 nilai investasi AS ke Indonesia mengalami peningkatan sebesar 7,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya atau mencapai 2,5 miliar dolar AS.

Halaman:

Editor: Pandu Wibowo

Tags

Terkini

Pyramid, Kamang, dan Tiwaniku Masamba

Rabu, 6 Juli 2022 | 15:27 WIB

Mengapresiasi Keberhasilan Misi Damai Jokowi

Rabu, 6 Juli 2022 | 15:18 WIB

Portugis di Jakarta

Selasa, 5 Juli 2022 | 15:53 WIB

Kaum Muda Berperan Penting Sukseskan KTT G20

Selasa, 5 Juli 2022 | 15:49 WIB

Pemerintah Percepat Revisi UU Cipta Kerja

Selasa, 5 Juli 2022 | 15:48 WIB

DOB Gerbang Emas Wujudkan Papua Maju

Selasa, 5 Juli 2022 | 15:48 WIB

Pemerintah Maksimalkan Persiapan Jelang KTT G20

Senin, 4 Juli 2022 | 18:55 WIB

Mengapresiasi Pembentukan Satgas PMK

Senin, 4 Juli 2022 | 18:53 WIB

Kapan Indonesia bersenjata api?

Senin, 4 Juli 2022 | 18:50 WIB

Aw Siew Peng-Fifi Jong Menjiwai "ruh" Melayu

Jumat, 1 Juli 2022 | 15:32 WIB
X