• Kamis, 7 Juli 2022

Pemuka Agama Berperan Penting Ciptakan Kerukunan Bangsa

- Kamis, 26 Mei 2022 | 15:22 WIB

Jakarta, betawipos-- Pemuka agama memiliki andil besar untuk menciptakan kerukunan di Indonesia yang terdiri dari beragam suku, agama, dan ras. Dengan adanya partisipasi pemuka agama dalam menjaga kerukunan bangsa, keutuhan Indonesia dapat terjaga .

Bhineka Tunggal Ika adalah ajaran yang ada sejak era kemerdekaan. Namun sayang ada oknum yang tidak suka melihat persatuan rakyat Indonesia, lalu mencari cara agar memecah perdamaian. Apalagi ketika jelang pemilihan kepala daerah, maka provokator akan dengan mudah memanfaatkan isu SARA untuk membakar emosi masyarkat.

Pepatah menyatakan bahwa bersatu kita teguh dan bercerai kita runtuh. Permusuhan akan membawa kehancuran. Oleh karena itu semua pihak wajib bersatu dan salah satu yang memiliki peran penting dalam merukunkan kembali rakyat Indonesia adalah para pemuka agama. Mereka punya pengaruh besar di masyarakat.

Wakil  Presiden KH Ma’ruf Amin menyatakan bahwa tokoh agama wajib jadi elemen utama dalam menjaga kerukunan. Perdamaian  dan kerukunan di masyarakat perlu dijaga secara konsisten bagi seluruh elemen masyarakat. Kerukunan antar masyarakat merupakan unsur utama yang dapat membentuk kerukunan nasional, dan bangsa ini adalah bangsa yang majemuk.

Indonesia terdiri dari banyak suku dan ada 6 keyakinan yang diakui oleh pemerintah. Akan tetapi perbedaan ini jangan sampai memicu permusuhan, dan pemuka agama menjadi tokoh penting untuk menciptakan perdamaian di negeri ini. Penyebabnya karena ajaran mereka pasti dipatuhi oleh masyarakat.

Pemuka agama memang punya kharisma dan ia memanfaatkan posisinya untuk menciptakan kerukunan bangsa. Misalnya dengan memberi ceramah tentang indahnya persatuan dan toleransi. Dalam menjalankan perintah agama, umat tidak hanya harus taat kepada Tuhan tetapi juga bergaul dengan baik ke sesama manusia.

Seharusnya seorang pemuka agama mengajarkan bahwa pergaulan umat tidak hanya ke sesama pemeluk keyakinan yang sama, tetapi juga yang berbeda. Bukankah masyarakat tidak bisa hidup hanya di lingkungan yang homogen? Justru di tengah lingkungan heterogen rakyat belajar untuk saling menghargai dan bertoleransi.

Toleransi wajib diajarkan oleh para pemuka agama karena dengan bertoleransi hidup manusia bisa jadi lebih damai. Jika ada toleransi maka tidak akan ada perpecahan di masyarakat seperti saat ada perayaan agama lain, dan semua pihak tidak menentangnya.

Contoh lain dari toleransi adalah ketika seorang ustadz mengajarkan toleransi melalui cerita tentang Nabi Muhammad yang menyuapi orang buta tiap hari. Padahal orang itu belum jadi umat muslim. Seorang Nabi berdakwah dengan amat lemah-lembut dan seharusnya ustadz juga melakukan hal yang sama. Ia tak jenuh menyebarkan tentang toleransi agar bangsa ini bersatu.

Halaman:

Editor: Pandu Wibowo

Tags

Terkini

Pyramid, Kamang, dan Tiwaniku Masamba

Rabu, 6 Juli 2022 | 15:27 WIB

Mengapresiasi Keberhasilan Misi Damai Jokowi

Rabu, 6 Juli 2022 | 15:18 WIB

Portugis di Jakarta

Selasa, 5 Juli 2022 | 15:53 WIB

Kaum Muda Berperan Penting Sukseskan KTT G20

Selasa, 5 Juli 2022 | 15:49 WIB

Pemerintah Percepat Revisi UU Cipta Kerja

Selasa, 5 Juli 2022 | 15:48 WIB

DOB Gerbang Emas Wujudkan Papua Maju

Selasa, 5 Juli 2022 | 15:48 WIB

Pemerintah Maksimalkan Persiapan Jelang KTT G20

Senin, 4 Juli 2022 | 18:55 WIB

Mengapresiasi Pembentukan Satgas PMK

Senin, 4 Juli 2022 | 18:53 WIB

Kapan Indonesia bersenjata api?

Senin, 4 Juli 2022 | 18:50 WIB

Aw Siew Peng-Fifi Jong Menjiwai "ruh" Melayu

Jumat, 1 Juli 2022 | 15:32 WIB
X