• Kamis, 29 September 2022

Peningkatan Investasi Bukti Kepercayaan Investor

- Selasa, 26 Juli 2022 | 02:42 WIB

Betawipos, Jakarta-- Di tengah kondisi perekonomian dunia serta negara-negara lain yang tengah bergejolak, tren investasi di Indonesia cenderung meningkat. Hal tersebut tentunya menjadi bukti bahwa para investor sangat memiliki kepercayaan terhadap proyeksi perkembangan investasi di Indonesia.

Para pelaku pasar dari dalam negeri bahkan pada tingkat Global pun belakangan terus memantau dan menunjukkan ketertarikan mereka untuk segera menanam modal di Indonesia. Bagaimana tidak, pasalnya target realisasi investasi yang saat ini telah terlaksana di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo bahkan sudah berhasil mencapai angka Rp 901 triliun.

Hal tersebut menunjukkan bahwa memang roda perekonomian di Tanah Air setelah guncangan pandemi Covid-19 dan juga pada saat ini ketika terjadi ancaman inflasi serta resesi dunia, namun tetap memberikan performa yang melonjak. Data menunjukkan bahwa salah satu sektor yang menopang ke berlangsung perekonomian Nusantara adalah pada sektor konsumsi yang bahkan dikatakan menjadi faktor penyumbang suksesnya capaian tersebut paling besar.

Terkait hal itu, Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa memang terus ada penambahan dana investasi yang terjadi. Dirinya menjelaskan, pada tahun 2021 saja dalam RPJM dicatatkan kalau dana investasi yang ada di Indonesia mencapai Rp 856 triliun. Kemudian menanggapi besaran dana tersebut, sontak Presiden Joko Widodo langsung mengerahkan Menteri Investasi untuk meningkatkannya lagi menjadi setidaknya Rp 900 triliun. Namun belakangan justru target tersebut sudah terlampaui karena saat ini dana kelolaan yang ada sudah mencapai Rp 901 triliun.

Lebih lanjut, Bahlil memberikan apresiasinya setinggi mungkin kepada Presiden Jokowi karena komitmen beliau untuk benar-benar meningkatkan dana investasi di Tanah Air dan memang terbukti berhasil. Salah satu hal yang menjadi bukti konkret atas komitmen tersebut adalah adanya berbagai upaya untuk terus menggenjot peningkatan sektor perekonomian Bangsa.

Padahal di sisi lain, justru pada saat ini tidak sedikit negara-negara di dunia lainnya mengalami kemerosotan pengelolaan dana investasi mereka karena memang pandemi Covid-19 belum benar-benar menghilang serta terjadi peningkatan kasus yang cukup signifikan di beberapa negara. Ditambah lagi kondisi perekonomian global memang sedang lesu karena adanya ancaman stagflasi akibat inflasi yang terus bertumbuh dan juga kemungkinan terjadinya resesi.

Akibat ancaman inflasi itu, bahkan Bank Dunia langsung mengumumkan kalau mereka telah memotong proyeksi pertumbuhan ekonomi di dunia pada tahun 2022, yang mana sebelumnya mencapai 4,1 persen, namun saat ini dikurangi hanya menjadi sekitar 2,9 persen saja. Hal tersebut juga terjadi pada perekonomian di Asia Timur dan juga Asia Pasifik yang menurunkan proyeksi ekonomi mereka menjadi hanya 4,4 persen dari yang sebelumnya mencapai 5,1 persen. Namun tentunya itu tidak terjadi di Indonesia lantaran justru nada optimisme terus berhembus dengan pernyataan Presiden Jokowi dan beliau justru meningkatkan proyeksi pada kuartal kedua ini.

Bahlil juga menjelaskan bagaimana sempat terjadi gejolak ketika pandemi Covid-19 melanda dunia beberapa waktu lalu secara serentak dan memakan banyak korban jiwa. Menurut keterangannya, investasi pihak asing yang ditanamkan kepada negara-negara lain di dunia serempak mengalami kemerosotan bahkan hingga -30 persen, namun yang terjadi di Indonesia hanyalah penurunan sekitar -7 persen saja.

Kemudian terdapat data yang telah dirilis oleh Kementerian Investasi mengenai bagaimana kenaikan pertumbuhan ekonomi di Tanah Air. Data tersebut menunjukkan kalau memang ada kesuksesan kenaikan ekonomi hingga senilai 5,01 persen hanya pada kuartal pertama di tahun 2022 ini. Tidak bisa dipungkiri, menurut Bahlil hal itu bisa terjadi karena belakangan memang terjadi kenaikan konsumsi masyarakat yang cukup besar. Salah satu yang menjadi penyebab adanya peningkatan konsumsi masyarakat adalah lantaran mereka memiliki pendapatan dari lapangan pekerjaan yang belakangan juga terus terbuka sangat lebar.

Halaman:

Editor: Pandu Wibowo

Sumber: Reportase

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Warganet Perlu Aktif Tangkal Radikalisme di Medsos

Rabu, 28 September 2022 | 13:19 WIB

Bersinergi Mengawal Distribusi BLT BBM

Rabu, 28 September 2022 | 13:19 WIB

Lukas Enembe Harus Bertanggung Jawab di Muka Hukum

Rabu, 28 September 2022 | 13:19 WIB

Pengesahan RKUHP Hapus Aturan Warisan Kolonial

Rabu, 28 September 2022 | 13:19 WIB

Masyarakat Dukung KPK Periksa Lukas Enembe

Selasa, 27 September 2022 | 16:41 WIB

Tokoh Agama Tolak Radikalisme

Selasa, 27 September 2022 | 16:41 WIB

Event B20 Tingkatkan Investasi Berkesinambungan

Selasa, 27 September 2022 | 16:41 WIB

Tetap Taat Prokes Percepat Transisi ke Endemi Covid-19

Selasa, 27 September 2022 | 16:41 WIB

Pemerintah Pastikan Serap Aspirasi RKUHP

Selasa, 27 September 2022 | 16:41 WIB

Masyarakat Mengapresiasi BLT BBM

Selasa, 27 September 2022 | 16:41 WIB

Pandemi Belum Usai, Tetap Ketatkan Prokes dan Vaksinasi

Senin, 26 September 2022 | 20:07 WIB
X