• Jumat, 19 Agustus 2022

Pemerintah Kebut Pembangunan Jalan Trans Papua

- Senin, 1 Agustus 2022 | 19:46 WIB

Betawipos, Jakarta-- Jalan Trans Papua terus dikebut agar dapat selesai tepat waktu. Jalan ini adalah infrastruktur yang sangat penting bagi masyarakat Papua yang diharapkan dapat menunjang mobilitas barang dan jasa, khususnya berbagai kebutuhan dasar.

Papua adalah wilayah yang potensial untuk pariwisata dan memiliki banyak tempat favorit para turis asing, misalnya puncak Gunung Jayawijaya dan Raja Ampat. Namun ada satu tantangan ketika mengunjungi Bumi Cendrawasih yakni masalah transportasi. Akses jalannya belum sebagus di Pulau Jawa sehingga para turis harus bersabar.

Untuk menyemarakkan pariwisata di Papua sekaligus memudahkan transportasi masyarakat maka pemerintah membuat Jalan Trans Papua. Jalan ini akan menghubungkan antara Papua dengan Papua Barat, dan tidak hanya berupa jalan besar tetapi juga jalan ke distrik-distrik yang belum tersentuh pembangunan dengan optimal. Masyarakat Papua menyambut baik jalan ini karena memudahkan akses ke wilayah lain.

Endra S Atmawidjaja, Juru Bicara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, menyatakan bahwa Jalan Trans Papua akan tersambung 100% dan ditargetkan selesai pada tahun 2024. Kurang 183 kilometer lagi maka jalan ini akan jadi sempurna, dan menjadi jalan trans terpanjang se-Papua karena total panjangnya 3.462 kilometer.

Endra melanjutkan, jalan yang belum selesai adalah koridor Jayapura-Oksibil, tepatnya di Ruas Keerom-Batom. Sementara itu, prioritas pembangunan Jalan Trans Papua adalah Ruas Jayapura-Wamena sebagai koridor logistik wilayah pegunungan, dan Koridor Manokwari-Mameh-Windesi-Kampung Muri-Kwatisore-Batas Papua.

Jalan Trans Papua wajib segera diselesaikan agar mempermudah mobilitas rakyat Papua. Kondisi geografis Papua yang unik, ada pegunungan, bukit, dan hutan, agak menyulitkan pergerakan kendaraan. Jika ada jalan raya yang representatif maka masyarakat bisa melewatinya dan mempersingkat waktu tempuh.

Andi Ashari, Kepala Badan Persatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Nduga, menyatakan bahwa masyarakat Nduga amat senang dengan adanya Jalan Trans Papua. Penyebabnya karena mempersingkat perjalanan. Jika dulu dari Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, ke Wamena, Jayawijaya, butuh waktu minimal sehari. Namun setelah ada Jalan Trans Papua maka hanya butuh 4 jam.

Efesiensi waktu yang seperti ini yang diharapkan oleh pemerintah. Dengan adanya Jalan Trans Papua maka terbukti perjalanan akan lebih singkat dan tidak lagi merepotkan warga Papua. Mereka bisa lebih hemat waktu, tenaga, dan juga ongkos perjalanan, berkat Jalan Trans Papua. Jika ada waktu yang tersisa berkat perjalanan yang lebih cepat, maka mereka akan lebih produktif.

Jika ada efisiensi waktu tempuh maka juga menguntungkan bagi warga Papua, terutama ketika keadaan darurat. Misalnya saat ada ibu-ibu yang akan melahirkan, ia bisa memperoleh pertolongan bidan dengan cepat, karena perjalanannya lewat Jalan Trans Papua. Dengan begitu maka akan menekan angka kematian ibu dan bayi.

Halaman:

Editor: Pandu Wibowo

Sumber: Reportase

Tags

Artikel Terkait

Terkini

RKUHP Sejalan dengan UU ITE

Kamis, 18 Agustus 2022 | 18:15 WIB

Sosialisasi Mutlak Diperlukan Sebelum RKUHP Disahkan

Kamis, 18 Agustus 2022 | 10:00 WIB

Melindungi Dunia Pendidikan Dari Paham Radikal

Rabu, 17 Agustus 2022 | 13:21 WIB

Tindak Tegas KST Pengganggu Kedamaian Papua

Rabu, 17 Agustus 2022 | 13:21 WIB

RKUHP Menyelamatkan Moral Masyarakat

Rabu, 17 Agustus 2022 | 13:21 WIB

Mengapresiasi Penanganan Covid-19

Rabu, 17 Agustus 2022 | 13:21 WIB

Indonesia Sukses Tarik Investasi Ratusan Triliun

Selasa, 16 Agustus 2022 | 18:17 WIB

RKUHP Lindungi Masyarakat Adat

Selasa, 16 Agustus 2022 | 18:17 WIB

Waspada Keganasan Corona Subvarian Centaurus

Senin, 15 Agustus 2022 | 21:25 WIB
X