• Jumat, 19 Agustus 2022

Sinergitas Bersama Mempersempit Penyebaran Radikalisme

- Selasa, 2 Agustus 2022 | 18:15 WIB

Betawipos, Jakarta-- Penyebaran paham dan ideologi radikal masih menjadi ancaman yang serius bagi bangsa Indonesia. Adanya ancaman tersebut membuat Patriot Garuda Nusantara (PGN) bekerjasama dengan KKN Unsoed Purwokerto menggelar sarasehan untuk menangkal radikalisme di masyarakat.

Sarasehan unutk menangkal radikalisme masyarakat tersebut digelar di Aula Balaidesa Siwarak Kecamatan Karangreja, Purbalingga, pada Sabtu, 30 Juli 2022. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengantisipasi adanya paham radikalisme yang ada di masyarakat khususnya di Karangreja. Saat ini gerakan radikalisme cukup masih menyasar masyarakat di Purbalingga. Hal tersebut perlu diantisipasi sebagai upaya menjaga keutuhan NKRI.

Kegiatan tersebut dilakukan dengan mendatangkan tiga orang narasumber. Harapannya pemetaan dalam antisipasi gerakan radikalisme dapat terlihat dengan jelas karena akar radikalisme berawal dari cara memahami agama yang kurang sesuai. Dari hasil sarasehan ternyata ada satu hal soal pemahaman agama yang dipaksakan kebenarannya. Bahkan dari penyampaian salah satu narasumber yang merupakan mantan napiter, Sukhedi menjelaskan aksi radikalisme yang dilakukannya tergolong nekat tanpa alasan yang kuat.

Harapan dari didatangkannya napiter tersebut dalam sarasehan tersebut agar tidak ada lagi aksi radikalisme seperti penyerangan Polres yang didasari dengan ketidaksukaan dengan sistem pemerintahan yang ada.

Sementara itu, dalam mempersempit penyebaran radikalisme di Indonesia, Barisan Relawan Cinta Tanah Air (BARETTA) menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang mengangkat tema Optimalisasi Sikap Modrasi Beragama Guna Menangkal Paham Radikal dalam rangka menjaga toleransi dan Merawat Kebhinekaan serta Nasionalisme.

Kegiatan FGD tersebut melibatkan pelajar SMA, SMK, MA serta masyarakat Kota Pangkalpinang yang diharapkan dapat menangkal radikalisme di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). BARETTA bersinergi dengan pemerintah, ormas-ormas, serta seluruh masyarakat Bangka Belitung agar aman dari radikalisme.

Tujuan dilakukannya FGD tersebut agar membantu pelajar di Kota Pangkalpinang bisa memahami radikalisme dan toleransi. Harapannya sebagai penerus bangsa dan negara, para pelajar tersebut dapat terhindar dari provokasi tindakan radikalisme.

Berdasarkan kegiatan yang dilakukan di beberapa daerah untuk mempersempit penyebaran radikalisme tersebut, penulis mengingatkan kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa kelompok-kelompok radikal tidak hanya memprovokasi para pelajar generasi penerus bangsa secara langsung, namun mereka juga sangat aktif mengampanyekan paham-paham radikal melalui media sosial.

Bahkan mereka sampai menggunakan media sosial sebagai salah satu cara untuk melakukan rekrutmen. Untuk mencegah penyebaran paham radikal, perlu adanya peran serta civil society untuk melakukan kontra narasi di media sosial. Upaya tersebut penting demi menjaga generasi milenial dari paham yang bertentangan dengan ideologi Pancasila.

Halaman:

Editor: Pandu Wibowo

Sumber: Reportase

Tags

Artikel Terkait

Terkini

RKUHP Sejalan dengan UU ITE

Kamis, 18 Agustus 2022 | 18:15 WIB

Sosialisasi Mutlak Diperlukan Sebelum RKUHP Disahkan

Kamis, 18 Agustus 2022 | 10:00 WIB

Melindungi Dunia Pendidikan Dari Paham Radikal

Rabu, 17 Agustus 2022 | 13:21 WIB

Tindak Tegas KST Pengganggu Kedamaian Papua

Rabu, 17 Agustus 2022 | 13:21 WIB

RKUHP Menyelamatkan Moral Masyarakat

Rabu, 17 Agustus 2022 | 13:21 WIB

Mengapresiasi Penanganan Covid-19

Rabu, 17 Agustus 2022 | 13:21 WIB

Indonesia Sukses Tarik Investasi Ratusan Triliun

Selasa, 16 Agustus 2022 | 18:17 WIB

RKUHP Lindungi Masyarakat Adat

Selasa, 16 Agustus 2022 | 18:17 WIB

Waspada Keganasan Corona Subvarian Centaurus

Senin, 15 Agustus 2022 | 21:25 WIB
X