• Jumat, 19 Agustus 2022

Kerja Keras Pemerintah Bawa APBN Indonesia Surplus

- Selasa, 2 Agustus 2022 | 18:15 WIB

Betawipos, Jakarta-- Indonesia masih bisa menunjukkan kekuatan ekonominya, yang ditandai dengan pertambahan pendapatan negara di tengah ketidakpastian global. Hal tersebut tentu layak diapresiasi karena peningkatan pendapatan tersebut telah membawa APBN berada di level surplus.

Tidak mudah untuk tetap menjaga stabilitas perekonomian suatu negara di tengah ketidakpastian perekonomian global, beragam program dari pemerintah telah menunjukkan hasil dengan adanya peningkatan jumlah pendapatan negara.

Laporan dari Menteri Keuangan, Sri Mulyati Indrawati, menunjukkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami surplus sebesar Rp 73,6 triliun pada semester  I-2022. Besaran surplus itu setara dengan 0,39 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Hingga Akhir bulan Juni 2022, surplus APBN terbilang sangat baik apabila dibandingkan dengan akhir Juni 2021 yang tercatat defisit Rp 283,1 triliun. Surplus tersebut ditopang oleh pendapatan negara yang tumbuh signifikan dibandingkan dengan belanja negara. Tercatat, pendapatan negara sepanjang semester I-2022 sebesar Rp 1.317,2 triliun atau tumbuh 48,5 persen secara tahunan (yoy). Realisasi itu setara 58,1 persen dari target yang sebesar Rp 2.266,2 triliun. Sementara belanja negara tercatat mencapai Rp 1.243,6 triliun atau tumbuh 6,3 persen (yoy). Adapun realisasi itu setara 40% dari pagu anggaran belanja negara yang sebesar Rp 2.714,2 triliun.

Sri Mulyani menilai, dengan adanya surplus maka pembiayaan utang juga akan mengalami penurunan. Hingga akhir Juni 2022,  pembiayaan utang baru sebesar Rp 153,5 triliun atau turun 63.5 persen (yoy) jika dibandingkan pada periode sama di 2021 yang mencapai Rp 421,1 triliun.

Kondisi APBN di semester I luar biasa positif dengan SILPA mencapai Rp 227,1 triliun dan bahkan pembiayaan anggaran melalui penerbitan surat utang menurut Perpres seharusnya Rp 840,2 triliun, tetapi kita hanya merealisasikan Rp 153,5 triliun. Angka ini turun drastis jika dibandingan dengan tahun lalu.

Indikator positif APBN di sepanjang semester I-2022 tentu saja akan menjadi hal yang baik bagi pemerintah untuk nantinya menghadapi semester II-2022, dikarenakan lingkungan global yang masih bergejolak dan berpotensi mempengaruhi kinerja ekonomi dalam negeri.

Pemerintah juga akan tetap fokus dalam menjaga penerimaan negara supaya tetap stabil dan sejalan dengan upaya pemulihan ekonomi nasional. Begitu pula pada belanja negara, realisasinya akan dijaga sesuai dengan target dan prioritas nasional untuk menjaga pemulihan ekonomi, kesejahteraan masyarakat dan daya beli masyarakat.

Sri Mulyani juga mengatakan, bahwa lingkungan global akan semakin bergejolak dan semakin tidak pasti. Kemungkinan terjadinya resesi dan kenaikan suku bunga semuanya akan memberikan ancaman, termasuk krisis energi dan pangan. Hal tersebut tersebutlah yang akan diantisipasi. Pihaknya mencatat, pendapatan negara yang sebesar Rp 1.317,2 triliun pada akhir Juni 2022, meliputi penerimaan perpajakan senilai Rp 1.035,9 triliun atau tumbuh 52,3 persen.

Halaman:

Editor: Pandu Wibowo

Sumber: Reportase

Tags

Artikel Terkait

Terkini

RKUHP Sejalan dengan UU ITE

Kamis, 18 Agustus 2022 | 18:15 WIB

Sosialisasi Mutlak Diperlukan Sebelum RKUHP Disahkan

Kamis, 18 Agustus 2022 | 10:00 WIB

Melindungi Dunia Pendidikan Dari Paham Radikal

Rabu, 17 Agustus 2022 | 13:21 WIB

Tindak Tegas KST Pengganggu Kedamaian Papua

Rabu, 17 Agustus 2022 | 13:21 WIB

RKUHP Menyelamatkan Moral Masyarakat

Rabu, 17 Agustus 2022 | 13:21 WIB

Mengapresiasi Penanganan Covid-19

Rabu, 17 Agustus 2022 | 13:21 WIB

Indonesia Sukses Tarik Investasi Ratusan Triliun

Selasa, 16 Agustus 2022 | 18:17 WIB

RKUHP Lindungi Masyarakat Adat

Selasa, 16 Agustus 2022 | 18:17 WIB

Waspada Keganasan Corona Subvarian Centaurus

Senin, 15 Agustus 2022 | 21:25 WIB
X