• Jumat, 19 Agustus 2022

Literasi Digital Solusi Tangkal Penyebaran Radikalisme

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 20:34 WIB

Betawipos, Jakarta-- Radikalisme dan terorisme amat berbahaya bagi perdamaian di Indonesia. Oleh karena itu radikalisme wajib dihalau, agar tidak menyebar dan menghancurkan bangsa. Salah satu caranya adalah dengan literasi digital. Jika semua orang memiliki kecakapan digital maka tidak akan terjebak hoaks dan propaganda di dunia maya, yang sengaja dibuat oleh kelompok radikal.

Media sosial (medsos) adalah tempat untuk eksis dan menambah teman lama, sekaligus bertemu kembali dengan kawan-kawan lama. Di Indonesia, pengguna media sosial amat banyak, bahkan netizen Indonesia masuk ke dalam 5 besar pengguna medsos terbanyak sedunia. Nyaris semua orang (terutama anak muda) sering upload foto di Instagram maupun media sosial lainnya.

Namun maraknya media sosial dimanfaatkan oleh kelompok radikal. Mereka mulai masuk ke sana, baik di Instagram, Twitter, dan medsos lain. Mereka mengamati kegemaran masyarakat Indonesia yang seakan-akan tak bisa hidup tanpa medsos. Lantas membuat akun juga di sana, yang tujuannya menyebar hoaks, propaganda, dan konten-konten berisi radikalisme.

Kamarudin Hasan, Dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Politik (FISIP) Universitas Malikussaleh, menyatakan bahwa konten digital yang mengandung radikalisme dan terorisme masuk ke dalam kategori post truth, yang bisa membodohi publik. Dampak dari radikalisme dan terorisme adalah perpecahan masyarakat. Dalam artian, masyarakat wajib mewaspadai konten-konten di media sosial, karena bisa jadi hanya rekaan dari kelompok radikal.

Sementara itu, konten kreator Kristayuana menyatakan bahwa individu yang memiliki kecakapan digital mampu memahami dan menggunakan gadget berikut dengan semua aplikasinya. Kecakapan digital penting untuk menyeleksi tiap hal yang didapat di internet. Masyarakat juga jangan mudah terkena hoax di internet.

Dalam artian, keganasan radikalisme di dunia maya bisa dihalau jika masyarakat memiliki kecakapan digital. Terutama di media sosial, karena semua orang bisa memiliki akun medsos sendiri, dan bisa memanipulasi umur dan tempat tinggal (karena tidak perlu menyertakan KTP atau kartu identitas resmi lainnya). Hal ini yang dimanfaatkan oleh kelompok radikal dan mereka membuat akun medsos, dalam rangka mencari kader-kader baru.

Kelompok radikal membuat grup FB atau akun di Instagram, lalu mengisinya dengan berbagai konten. Pada umumnya, konten tersebut berisi hoax, yang membuat masyarakat membenci pemerintah tetapi malah pro radikalisme. Misalnya tentang ibadah saat pandemi. Di dalam hoaks, dinarasikan bahwa pemerintah melarang rakyat untuk beribadah. Padahal yang benar adalah saat pandemi, ibadah diatur agar mematuhi protokol kesehatan.

Masih banyak contoh hoaks dan propaganda yang dibuat oleh kelompok radikal. Masyarakat membacanya di media sosial atau grup WA, ketika ada yang mem-forward-nya. Di sinilah literasi digital sangat diperlukan agar tidak terjebak propaganda dan hoaks, serta terjebak berita-berita palsu yang merugikan.

Cara untuk meningkatkan literasi digital adalah dengan rajin membaca. Seringnya netizen Indonesia malas membaca dan bahkan hanya membaca judul beritanya saja, tanpa menyimak baik-baik isinya. Padahal sekarang banyak berita click-bait yang isi dan judulnya tidak sama, yang sengaja dibuat oleh kelompok radikal untuk menyesatkan masyarakat (dan mendulang dollar dari adsense).

Halaman:

Editor: Pandu Wibowo

Sumber: Reportase

Tags

Artikel Terkait

Terkini

RKUHP Sejalan dengan UU ITE

Kamis, 18 Agustus 2022 | 18:15 WIB

Sosialisasi Mutlak Diperlukan Sebelum RKUHP Disahkan

Kamis, 18 Agustus 2022 | 10:00 WIB

Melindungi Dunia Pendidikan Dari Paham Radikal

Rabu, 17 Agustus 2022 | 13:21 WIB

Tindak Tegas KST Pengganggu Kedamaian Papua

Rabu, 17 Agustus 2022 | 13:21 WIB

RKUHP Menyelamatkan Moral Masyarakat

Rabu, 17 Agustus 2022 | 13:21 WIB

Mengapresiasi Penanganan Covid-19

Rabu, 17 Agustus 2022 | 13:21 WIB

Indonesia Sukses Tarik Investasi Ratusan Triliun

Selasa, 16 Agustus 2022 | 18:17 WIB

RKUHP Lindungi Masyarakat Adat

Selasa, 16 Agustus 2022 | 18:17 WIB

Waspada Keganasan Corona Subvarian Centaurus

Senin, 15 Agustus 2022 | 21:25 WIB
X