• Jumat, 19 Agustus 2022

Vaksinasi Booster Demi Cegah Lonjakan Kasus Covid-19

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 19:22 WIB

Betawipos, Jakarta-- Pandemi Covid-19 masih terus terjadi dan masyarakat diminta untuk selalu waspada. Selain menerapkan Prokes (protocol kesehatan) secara ketat, masyarakat juga diimbau untuk mengikuti vaksinasi booster yang mampu meningkatkan imunitas demi mencegah lonjakan kasus Covid-19.

Pandemi membuat semua orang mencari cara untuk selamat dari ancaman Corona. Selain mematuhi protokol kesehatan, mendapatkan vaksinasi adalah syarat mutlak agar tidak tertular virus Covid-19. Setiap orang wajib disuntik vaksin, tidak hanya sekali atau dua kali, tetapi sampai 3 kali alias booster.

Juru Bicara Tim Satgas Penanganan Corona, Profesor Wiku Adisasmito, menyatakan bahwa vaksin booster akan memperkuat antibodi manusia setelah 6 bulan disuntik vaksin (dosis kedua). Apalagi di tengah gempuran virus Covid-19 varian Omicron dan subvariannya (Centaurus).

Dalam artian, booster sangat penting untuk mencegah Corona dan lonjakan kasusnya. Apalagi saat ini jumlah pasien Corona meningkat jadi 6.167 orang per hari (data per tanggal 3 Agustus 2022). Kenaikan kasus Corona terjadi gara-gara masuknya subvarian Omicron di Indonesia (BA.2.75 alias Centaurus), yang kasusnya sudah ditemukan di Bali, dan dikhawatirkan sudah menyebar ke daerah-daerah lain.

Ganasnya subvarian Centaurus sudah dirasakan karena kenaikan kasus yang terjadi lagi di Indonesia, padahal beberapa bulan lalu sudah ada penurunan jumlah pasien Corona (hanya berkisar ratusan orang per harinya). Virus hasil mutasi memang biasanya lebih ganas, jadi wajib diwaspadai. Oleh karena itu semua warga negara Indonesia yang berusia di atas 18 tahun wajib untuk suntik vaksin booster.

Mengapa harus booster ketika sudah 2 kali vaksin? Penyebabnya karena setelah 6 bulan, efektivitas vaksin akan menurun. Oleh karena itu 6 bulan setelah suntikan vaksin Corona dosis kedua, harus dibooster. Tujuannya agar memperkuat imunitas tubuh lagi dan tentu saja menghindarkan dari virus Covid-19 varian Omicron dan varian apa saja.

Sayang sekali cakupan vaksinasi dosis ketiga masih 50,8 juta orang alias baru 25% dari jumlah penduduk Indonesia. Jumlah ini masih jauh dari target dan harus terus dinaikkan, agar cakupannya makin luas dan membentuk herd immunity (kekebalan kelompok). Jika herd immunity sudah terbentuk maka akan mencegah lonjakan kasus Corona di Indonesia dan masyarakat bisa keluar dari masa pandemi yang melelahkan.

Sebaliknya, ketika banyak orang yang malas-malasan untuk vaksin booster, dengan alasan cukup 2 kali suntikan vaksin atau takut kena efek samping, maka akan sangat berbahaya. Kekebalan tubuhnya akan melemah dan herd immunity susah terbentuk. Akibatnya orang yang belum divaksin akan terkena Corona dan pandemi akan berlangsung lebih lama lagi, dan semua orang masih dibayang-bayangi oleh ganasnya Corona.

Oleh karena itu segeralah booster di rumah sakit atau pusat kesehatan terdekat. Sudah banyak pula pihak swasta yang mengadakan vaksinasi massal dan menyediakan juga vaksin booster, dan biasanya informasi tersebut ada di sosial media. Vaksin booster amat minim efek samping, paling hanya pegal sebentar dan mudah mengantuk, jadi cepatlah lihat jadwal booster di aplikasi Peduli Lindungi.

Halaman:

Editor: Pandu Wibowo

Sumber: Reportase

Tags

Artikel Terkait

Terkini

RKUHP Sejalan dengan UU ITE

Kamis, 18 Agustus 2022 | 18:15 WIB

Sosialisasi Mutlak Diperlukan Sebelum RKUHP Disahkan

Kamis, 18 Agustus 2022 | 10:00 WIB

Melindungi Dunia Pendidikan Dari Paham Radikal

Rabu, 17 Agustus 2022 | 13:21 WIB

Tindak Tegas KST Pengganggu Kedamaian Papua

Rabu, 17 Agustus 2022 | 13:21 WIB

RKUHP Menyelamatkan Moral Masyarakat

Rabu, 17 Agustus 2022 | 13:21 WIB

Mengapresiasi Penanganan Covid-19

Rabu, 17 Agustus 2022 | 13:21 WIB

Indonesia Sukses Tarik Investasi Ratusan Triliun

Selasa, 16 Agustus 2022 | 18:17 WIB

RKUHP Lindungi Masyarakat Adat

Selasa, 16 Agustus 2022 | 18:17 WIB

Waspada Keganasan Corona Subvarian Centaurus

Senin, 15 Agustus 2022 | 21:25 WIB
X