• Kamis, 29 September 2022

Bersatu Lawan Radikalisme dan Ekstremisme

- Kamis, 11 Agustus 2022 | 22:24 WIB

Betawipos, Jakarta-- Radikalisme dan ekstremisme menjadi pintu gerbang dari terorisme yang akhibatnya membawa kehancuran bagi bangsa dan negara. Karena itu, Masyarakat Indonesia harus bersatu melawan radikalisme dan ektremisme sebagai cara untuk menjaga kedamaian dan keaman Bangsa Indonesia.

Radikalisme merupakan sebuah paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan. Paham ini juga mengacu pada sikap ekstrem dalam aliran politik. Guru Besar Psikologi Politik Universitas Indonesia, Hamdi Muluk menjelaskan bahwa konservatisme, fundamentalisme, ketertutupan pikiran, dan intolerasnsi dapat menjadi bibit-bibit radikalisme bagi individu.

Sementara itu, ekstremisme mempunyai pengertian berupa sebuah tindakan ekstrem berdasarkan pandangan agama, politik, dan sebagainya. Ideologi ini dianggap berada jauh di luar sikap masyarakat pada umumnya. Ektremisme kerap kali disamakan dengan radikalisme, padahal keduanya adalah hal yang berbeda.

Radikalisme dan ekstremisme adalah paham yang menjadi krisis di kehidupan sosial saat ini. Oleh sebab itu, Young Buddhist Association Indonesia, mengajak generasi muda melawan radikalisme dan ektremisme lewat forum dialog lintas agama dan etnis yang digelar secara daring di Surabaya, pada Minggu 07 Agustus 2022 yang lalu.

Acara tersebut dihadiri pembicara yang berasal dari Indonesia dan Malaysia. Billy Lukito Joeswanto selaku Koordinator Acara ini mengatakan acara ini digelar dalam rangka bertukar pikiran antara Muslim dan Buddhis mengenai dua paham radikalisme dan ektremisme yang menjadi krisis di kehidupan sosial saat ini. Apabila banyak pihak yang acuh tak acuh dalam menghadapi krisis ini, maka oknum ekstrem yang akan memenangkan dan dapat menjadi sosok yang berpengaruh kuat di tengah masyarakat.

Sebagai informasi, acara ini dihadiri beberapa tokoh yang cukup berpengaruh di bidangnya masing-masing. Tokoh yang hadir seperti aktivis kemanusiaan Wawan Gunawan, Bhiksu Bhante Dhirapunno, General Secretary Young Buddhist Association of Malaysia Eow Shiang Yen, dan Founder and Director Komuniti Muslim Universal (KMU) Aizat Shamsuddin.

Wawan Gunawan yang bertindak sebagai pembicara dalam forum itu mengatakan bahwa radikalisme merupakan gejala yang terjadi di beberapa kehidupan, baik individu, sosial, politik, serta dari sisi keagamaan. Wawan menambahkan bahwa melihat keadaan media sosial pada masa kini maka sangat dibutuhkan filter agar radikalisme tidak menyebar dengan mudah. Kebijakan pemerintah dalam bidang agama memiliki peran yang penting untuk mewujudkan masyarakat yang toleran dan dapat menghadapi radikalisme.

Pembicara lain, Aizat Shamsuddin selaku Founder dan Director KMU Malaysia mengutarakan ideologi ekstremisme berperan dalam radikalisasi masyarakat. Kelompok ektremisme kerap  kali menggunakan media sosial untuk menyebarkan kebencian dan kekerasan pada masyarakat luas. Dirinya melanjutkan bahwa kita sebagai bangsa serumpun membutuhkan pertukaran budaya untuk mempererat hubungan dan pertukaran ilmu dalam berbagai aspek. Indonesia dan Malaysia seyogyanya bisa saling belajar bersama untuk menangkal bahaya radikalisme dan ekstremisme.

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Bambang Soesatyo yang akan merilis buah pikirannya dalam buku berjudul Melawan Radikalisme dan Demoralisasi Bangsa menerangkan bahwa dalam melawan radikalisme, terorisme hingga demoralisasi bangsa dengan berbagai bentuk lainnya tidak cukup dengan hanya melalui penegakan hukum.

Halaman:

Editor: Pandu Wibowo

Sumber: Reportase

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Warganet Perlu Aktif Tangkal Radikalisme di Medsos

Rabu, 28 September 2022 | 13:19 WIB

Bersinergi Mengawal Distribusi BLT BBM

Rabu, 28 September 2022 | 13:19 WIB

Lukas Enembe Harus Bertanggung Jawab di Muka Hukum

Rabu, 28 September 2022 | 13:19 WIB

Pengesahan RKUHP Hapus Aturan Warisan Kolonial

Rabu, 28 September 2022 | 13:19 WIB

Masyarakat Dukung KPK Periksa Lukas Enembe

Selasa, 27 September 2022 | 16:41 WIB

Tokoh Agama Tolak Radikalisme

Selasa, 27 September 2022 | 16:41 WIB

Event B20 Tingkatkan Investasi Berkesinambungan

Selasa, 27 September 2022 | 16:41 WIB

Tetap Taat Prokes Percepat Transisi ke Endemi Covid-19

Selasa, 27 September 2022 | 16:41 WIB

Pemerintah Pastikan Serap Aspirasi RKUHP

Selasa, 27 September 2022 | 16:41 WIB

Masyarakat Mengapresiasi BLT BBM

Selasa, 27 September 2022 | 16:41 WIB

Pandemi Belum Usai, Tetap Ketatkan Prokes dan Vaksinasi

Senin, 26 September 2022 | 20:07 WIB
X