• Kamis, 29 September 2022

Mewaspadai Manuver Kelompok Radikal Teror Jelang HUT RI

- Senin, 15 Agustus 2022 | 21:25 WIB

Betawipos, Jakarta-- Kelompok radikal ternyata mulai terus melakukan manuver mereka, terutama menjelang perayaan HUT RI seperti sekarang ini. Maka dari itu seluruh pihak harus mampu meningkatkan kewaspadaan diri demi bisa mencegah manuver kelompok-kelompok tersebut untuk melancarkan aksi terorisme.

Sebentar lagi seluruh masyarakat Indonesia akan merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke-77. HUT RI tersebut merupakan sebuah momen cukup sakral dan sangat penting bagi rakyat karena menjadi sebuah pertanda awal tonggak kebangkitan Bangsa ini setelah berhasil melawan penjajah dan mengusir mereka dari Bumi Pertiwi.

Namun nyatanya menjelang perayaan HUT RI tersebut, kelompok radikal dan intoleran yang berujung pada tindak terorisme juga kian merebak. Maka dari itu sangatlah penting untuk meningkatkan kewaspadaan bersama akan potensi ancaman yang terus mereka sebarkan.

Mengenai hal itu, Ahli Kriminologi Universitas Indonesia, Arijani Lasmawati juga menyatakan hal yang sama, bahwa hendaknya bukan hanya pihak Pemerintah saja yang terus aktif untuk mewaspadai menuver kelompok radikal dan intoleran, melainkan juga harus didukung oleh seluruh masyarakat Indonesia secara luas.

Pasalnya, Arijani menemukan dalam suatu penelitian bahwa ternyata hasil riset menunjukkan kalau belakangan para remaja merupakan pihak yang cukup banyak terlibat sebagai simpatisan dari kejahatan terorisme di Indonesia, yang mana hal tersebut merupakan sebuah kejadian yang sudah disetting sebelumnya.

Menurutnya, cikal bakal para remaja tersebut bisa masuk ke dalam pusaran kelompok radikal dan intoleran adalah awalnya mereka hanyalah berfokus untuk kegiatan-kegiatan yang sifatnya murni keagamaan saja, namun dengan cara penyampaian yang salah dan tidak sesuai dengan ajaran agama itu sendiri untuk terus menyebarkan kedamaian dan cinta kasih, justru akhirnya mereka terjerembab ke dalam kelompok radikal dan intoleran.

Arijani Lasmawati menemukan fenomena cukup mencengangkan, yakni ternyata perkumpulan massa yang digalang oleh kelompok radikal dan intoleran ini terjadi dalam kondisi yang sangat besar dan padat, bahkan mereka juga sudah mulai banyak masuk di dalam media sosial dan terus menjalin perbincangan di sana.

Bukan hanya sekedar ajaran agama yang disampaikan dengan cara radikal, namun Ahli Kriminologi UI tersebut juga menemukan bahwa ternyata pergolakan politik juga bisa menjadi salah satu penyebab mengapa banyak terlahir simpatisan kelompok radikal dan intoleran, apalagi sebentar lagi Indonesia memasuki tahun politiknya dengan adanya Pemilu di tahun 2024 mendatang.

Seluruh konteks sosial tersebut, yakni ajaran agama yang kurang tepat dengan pergolakan panasnya politik yang ada, menurutnya memang sangat patut untuk menjadi sebuah kewaspadaan. Semua pihak harus terus memperhatikan bagaimana manuver yang dilakukan oleh kelompok-kelompok ekstrimis ini karena bukan tidak mungkin potensi ancamannya akan terus meningkat terutama di kalangan remaja yang akan ditarik menjadi simpatisan mereka.

Halaman:

Editor: Pandu Wibowo

Sumber: Reportase

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Warganet Perlu Aktif Tangkal Radikalisme di Medsos

Rabu, 28 September 2022 | 13:19 WIB

Bersinergi Mengawal Distribusi BLT BBM

Rabu, 28 September 2022 | 13:19 WIB

Lukas Enembe Harus Bertanggung Jawab di Muka Hukum

Rabu, 28 September 2022 | 13:19 WIB

Pengesahan RKUHP Hapus Aturan Warisan Kolonial

Rabu, 28 September 2022 | 13:19 WIB

Masyarakat Dukung KPK Periksa Lukas Enembe

Selasa, 27 September 2022 | 16:41 WIB

Tokoh Agama Tolak Radikalisme

Selasa, 27 September 2022 | 16:41 WIB

Event B20 Tingkatkan Investasi Berkesinambungan

Selasa, 27 September 2022 | 16:41 WIB

Tetap Taat Prokes Percepat Transisi ke Endemi Covid-19

Selasa, 27 September 2022 | 16:41 WIB

Pemerintah Pastikan Serap Aspirasi RKUHP

Selasa, 27 September 2022 | 16:41 WIB

Masyarakat Mengapresiasi BLT BBM

Selasa, 27 September 2022 | 16:41 WIB

Pandemi Belum Usai, Tetap Ketatkan Prokes dan Vaksinasi

Senin, 26 September 2022 | 20:07 WIB
X