• Kamis, 29 September 2022

RKUHP Menyelamatkan Moral Masyarakat

- Rabu, 17 Agustus 2022 | 13:21 WIB

Betawipos, Jakarta-- Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) dibuat agar kehidupan masyarakat berlangsung dengan baik dan menaati hukum pidana., RKUHP juga menyelamatkan moral masyarakat, karena berisi Pasal-Pasal yang melarang perzinahan dan tindakan lain yang tidak senonoh.

Indonesia terletak di Asia Tenggara dan sejak dulu terkenal sebagai negara yang memegang erat adat ketimuran. Meski dunia telah berubah dan terjadi transformasi budaya, dan membuat negara-negara di Asia Tenggara memiliki nilai moral yang berbeda, tetapi Indonesia tetap seperti dulu. Dalam artian, masyarakatnya sangat sopan dan tidak berubah menjadi amoral, meski sudah bebas mengakses informasi dari negara-negara lain.

Akan tetapi ada sebagian kecil masyarakat yang ternyata berubah dan melupakan norma-norma lama dengan alasan sudah kuno. Padahal aturan dan norma tersebut dimaksudkan agar kehidupan berjalan dengan baik. Nilai moral harus dijaga meski Indonesia sudah berada di era teknologi informasi. Jangan sampai sebagian kecil masyarakat yang melenceng malah menyebarkan ajarannya dan menyesatkan masyarakat, dan hal ini dilarang oleh RKUHP.

Dalam Pasal 418 RKUHP dijelaskan bahwa pelaku tindakan cabul di depan umum akan dihukum 1 tahun 6 bulan penjara. Ancaman hukumannya bisa bertambah 9 bulan ketika aktivitas amoral ini dilakukan dengan pemaksaan. Tindakan ini juga termasuk pencabulan terhadap mereka yang sesama jenis alias LGBT (lesbian, Gay, Biseks, dan Transgender). 

Dengan Pasal yang keras dan ancaman penjara seperti ini maka diharap tidak ada hal-hal yang tidak senonoh, yang dipertontonkan di depan umum. Jangan sampai ada yang terang-terangan memamerkan adegan dewasa, terutama di depan anak kecil. Anak-anak yang masih polos harus dilindungi dari pikiran dan perbuatan buruk seperti ini. Moral masyarakat harus dibetulkan kembali dan Indonesia wajib memegang budaya timur yang kental.

RKUHP menjadi bakal UU yang melarang keras perzinahan dan pencabulan. Apalagi menampilkan pertunjukan yang memuat cerita kisah-kasih hubungan sesama jenis. Cerita seperti ini tentu menjijikkan tetapi bagi segelintir kalangan yang mendukung LGBT malah dipuji. Jangan sampai dunia jadi terbalik dan moral masyarakat jadi rusak gara-gara ulah mereka.

Pelaku pencabulan dan LGBT bisa kapok dan takut terjerat RKUHP dan dibui, apalagi di penjara mereka bisa dikerjai habis-habisan oleh narapidana lain. Tak hanya hukuman sosial yang didapatkan, tetapi juga kurungan dan penderitaan batin yang diperoleh gara-gara tindakannya yang sangat amoral.

Jika kaum pelangi hanya mendapat hukuman sosial maka akan sangat kurang karena mereka sejujurnya tidak peduli saat diasingkan oleh masyarakat. Ketika lelah maka tinggal kabur ke luar negeri. Akan tetapi, jika ada ancaman hukuman dari RKUHP maka mereka bisa langsung ditangkap dan tidak bisa kabur lagi.

RKUHP sangat penting untuk disahkan agar jangan sampai nilai moral merosot, dan ada pembiaran terhadap perilaku tidak senonoh yang dipertontonkan oleh kaum pelangi. Parahnya, saat ada pembiaran maka bisa menular ke lebih banyak WNI di Indonesia. Penyebabnya karena mereka memang senang mencari teman dan dijadikan mangsa baru. Tidak semua pelaku LGBT tercemar dari kecil, tetapi ada juga yang ditulari oleh pasangannya.

Perilaku-perilaku menyimpang seperti inilah yang akan diberantas oleh RKUHP. Apalagi LGBT sudah mulai terang-terangan menampakkan bahwa ia menyukai sesama jenis, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Mereka menampakkan foto dan video ‘mesra’ tetapi sangat amoral. Jika ada yang mengunggah konten seperti itu di sosial media maka ia akan terjerat RKUHP dan menjalani hukuman dipenjara

Halaman:

Editor: Pandu Wibowo

Sumber: Reportase

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Warganet Perlu Aktif Tangkal Radikalisme di Medsos

Rabu, 28 September 2022 | 13:19 WIB

Bersinergi Mengawal Distribusi BLT BBM

Rabu, 28 September 2022 | 13:19 WIB

Lukas Enembe Harus Bertanggung Jawab di Muka Hukum

Rabu, 28 September 2022 | 13:19 WIB

Pengesahan RKUHP Hapus Aturan Warisan Kolonial

Rabu, 28 September 2022 | 13:19 WIB

Masyarakat Dukung KPK Periksa Lukas Enembe

Selasa, 27 September 2022 | 16:41 WIB

Tokoh Agama Tolak Radikalisme

Selasa, 27 September 2022 | 16:41 WIB

Event B20 Tingkatkan Investasi Berkesinambungan

Selasa, 27 September 2022 | 16:41 WIB

Tetap Taat Prokes Percepat Transisi ke Endemi Covid-19

Selasa, 27 September 2022 | 16:41 WIB

Pemerintah Pastikan Serap Aspirasi RKUHP

Selasa, 27 September 2022 | 16:41 WIB

Masyarakat Mengapresiasi BLT BBM

Selasa, 27 September 2022 | 16:41 WIB

Pandemi Belum Usai, Tetap Ketatkan Prokes dan Vaksinasi

Senin, 26 September 2022 | 20:07 WIB
X