• Kamis, 29 September 2022

DOB Wujudkan Kesejahteraan Rakyat dan Perkuat Integrasi Nasional

- Kamis, 18 Agustus 2022 | 18:15 WIB

Betawipos, Jakarta-- DPR telah resmi mengesahkan Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua. Keberadaan DOB Papua merupakan upaya Pemerintah mewujudkan kesejahteraan rakyat sekaligus memperkuat integrasi nasional.

Moeldoko selaku Kepala Staf Kepresidenan RI menyatakan bahwa penerapan DOB Papua merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat Papua. Menurutnya, pihak-pihak yang menentang DOB Papua dengan cara-cara kekerasan merupakan mereka yang tidak ingin program percepatan kesejahteraan ini berhasil.

Moeldoko berujar, warga masyarakat umum dan Nduga pada dasarnya menginginkan kehidupan yang damai dan sejahtera, tidak ingin dilibatkan dalam aksi kejahatan bersenjata yang kerap dilakukan oleh kelompok separatis teroris (KST).

Moeldoko  mengeklaim pembentukan Daerah Otobom Baru (DOB) di Papua merupakan hal yang diinginkan masyarakat. Menurutnya, dengan memekarkan wilayah Papua menjadi Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua Selatan, akan mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat.

Tidak hanya melalui DOB, Moeldoko menyatakan bahwa pemerintahan Presiden Jokowi telah mengeluarkan banyak kebijakan untuk mensejahtarakan masyarakat Papua. Salah satunya dengan adanya instruksi presiden tentang percepatan pembangunan kesejahteraan di Papua dan Papua Barat.

Moeldoko berujar bahwa pemerintah terus bersungguh-sungguh dalam memerhatikan kesejahteraan dan kemajuan masyarakat di wilayah Papua, buktinya ada pada Inpres Nomor 9 Tahun 2020 tentang percepatan pembangunan kesejahteraan di Papua dan Papua Barat dan dikomandani oleh Wakil Presiden langsung.

Selain itu, Moeldoko juga menyebut soal undang-undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang otonomi khusus Papua. UU tersebut menurutnya menekankan akan adanya peningkatan dana otonomi khusus, perbaikan tata kelola, serta peningkatan partisipasi masyarakat adat dan juga perempuan.

Sebelumnya, Jubir Kelompok Separatis dan Teroris Papua, Sebby Sambom menyebut masyarakat Papua menolak rencana DOB di Papua. Dirinya menyatakan bahwa pemerintah pusat tampak memaksakan pembentukan DOB tersebut.

Lebih lanjut, Sebby mendesak Presiden Jokowi dan DPR RI untuk mencabut undang-undang DOB Papua. Ia mengancam OPM akan membunuh siapa saja orang asing yang memasuki wilayah Papua.

Ancaman tersebut dibuktikan pada 16 Juli 2022 saat OPM menembak masyarakat hingga mengakibatkan 11 orang tewas.

Halaman:

Editor: Pandu Wibowo

Sumber: Reportase

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Warganet Perlu Aktif Tangkal Radikalisme di Medsos

Rabu, 28 September 2022 | 13:19 WIB

Bersinergi Mengawal Distribusi BLT BBM

Rabu, 28 September 2022 | 13:19 WIB

Lukas Enembe Harus Bertanggung Jawab di Muka Hukum

Rabu, 28 September 2022 | 13:19 WIB

Pengesahan RKUHP Hapus Aturan Warisan Kolonial

Rabu, 28 September 2022 | 13:19 WIB

Masyarakat Dukung KPK Periksa Lukas Enembe

Selasa, 27 September 2022 | 16:41 WIB

Tokoh Agama Tolak Radikalisme

Selasa, 27 September 2022 | 16:41 WIB

Event B20 Tingkatkan Investasi Berkesinambungan

Selasa, 27 September 2022 | 16:41 WIB

Tetap Taat Prokes Percepat Transisi ke Endemi Covid-19

Selasa, 27 September 2022 | 16:41 WIB

Pemerintah Pastikan Serap Aspirasi RKUHP

Selasa, 27 September 2022 | 16:41 WIB

Masyarakat Mengapresiasi BLT BBM

Selasa, 27 September 2022 | 16:41 WIB

Pandemi Belum Usai, Tetap Ketatkan Prokes dan Vaksinasi

Senin, 26 September 2022 | 20:07 WIB
X