• Kamis, 29 September 2022

RKUHP Sejalan dengan UU ITE

- Kamis, 18 Agustus 2022 | 18:15 WIB

Betawipos, Jakarta-- Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) akan segera diresmikan jadi Undang-Undang. RKUHP juga sejalan dengan Undang-Undang Informasi dan Tranksaksi Elektronik (UU ITE), yang amat dibutuhkan di era teknologi.

Saat RKUHP akan diresmikan maka masyarakat menyimak baik-baik, karena KUHP adalah pegangan bagi hukum pidana di Indonesia. Apalagi banyak yang baru mengetahui bahwa UU ini merupakan hukum warisan Belanda sejak era kolonial, sehingga harus direvisi agar lebih mengikuti dinamika di masyarakat. RKUHP berisi berbagai Pasal yang mengatur kehidupan masyarakat, dan sejalan dengan UU ITE.

UU ITE adalah Undang-Undang yang mengatur elektronik dan transaksi elektronik. UU ITE disahkan tahun 2008 dan mengatur tentang cybercrime alias kejahatan di internet. Di antaranya pemerasan, perjudian, pencemaran nama baik, pengancaman, dan perbuatan asusila.

RKUHP sejalan dengan UU ITE karena dalam Pasal 336 RKUHP, disebutkan bahwa orang yang menggunakan atau mengakses komputer, sistem elektronik dengan cara apapun tanpa hak, dengan maksud untuk memperoleh, mengubah, merusak, atau menghilangkan informasi dalam komputer atau sistem elektronik, dipidana penjara paling lama 4 tahun atau denda paling banyak kategori V.

Ketika RKUHP sejalan dengan UU ITE maka akan berkolaborasi dan melindungi masyarakat dari kejahatan di dunia maya. Tiap warga negara Indonesia (WNI) akan mengakses internet dengan aman, karena pelaku cybercrime akan terkena Pasal 336 KUHP. Ia juga bisa terjerat Pasal-Pasal dalam UU ITE karena menghancurkan sistem elektronik orang lain.

Pasal 336 RKUHP sangat penting karena saat ini makin banyak kejahatan di internet. Misalnya hacker yang merusak situs-situs penting dan membuat tampilannya jadi blank. Seorang hacker bisa kena ciduk oleh polisi siber dan ia terjerat Pasal 336 RKUHP dan UU ITE sekaligus, dan diharap akan menjadi efek jera.

Jika ada hacker yang kena hukum gara-gara kejahatannya maka hacker lain akan tidak berani mencoba menjebol pertahanan situs-situs yang banyak tersebar di dunia maya. Masyarakat akan surfing di internet dengan aman, tanpa takut blog atau situsnya kena hack dan gagal diakses.

Kejahatan di dunia maya harus dicegah dengan UU ITE dan RKUHP, karena sangat fatal akibatnya. Penyebabnya karena penjahat cybercrime tak hanya menjebol pertahanan sebuah situs. Namun ia juga bisa mencuri identitas seseorang dan menyalahgunakannya untuk kepentingan pribadi.

Penyalahgunaan data yang terjadi di dunia maya sangat mengerikan karena data pribadi seseorang bisa dipakai untuk mengajukan agunan ke perusahaan fintech (finance and technology). Masyarakat tentu takut tiba-tiba mendapat tagihan padahal ia tidak pernah merasa mengajukan pinjaman ke pihak manapun.

Halaman:

Editor: Pandu Wibowo

Sumber: Reportase

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Warganet Perlu Aktif Tangkal Radikalisme di Medsos

Rabu, 28 September 2022 | 13:19 WIB

Bersinergi Mengawal Distribusi BLT BBM

Rabu, 28 September 2022 | 13:19 WIB

Lukas Enembe Harus Bertanggung Jawab di Muka Hukum

Rabu, 28 September 2022 | 13:19 WIB

Pengesahan RKUHP Hapus Aturan Warisan Kolonial

Rabu, 28 September 2022 | 13:19 WIB

Masyarakat Dukung KPK Periksa Lukas Enembe

Selasa, 27 September 2022 | 16:41 WIB

Tokoh Agama Tolak Radikalisme

Selasa, 27 September 2022 | 16:41 WIB

Event B20 Tingkatkan Investasi Berkesinambungan

Selasa, 27 September 2022 | 16:41 WIB

Tetap Taat Prokes Percepat Transisi ke Endemi Covid-19

Selasa, 27 September 2022 | 16:41 WIB

Pemerintah Pastikan Serap Aspirasi RKUHP

Selasa, 27 September 2022 | 16:41 WIB

Masyarakat Mengapresiasi BLT BBM

Selasa, 27 September 2022 | 16:41 WIB

Pandemi Belum Usai, Tetap Ketatkan Prokes dan Vaksinasi

Senin, 26 September 2022 | 20:07 WIB
X