• Selasa, 29 November 2022

Tokoh Agama dan Adat Papua Dukung KPK Bongkar Kasus Korupsi Lukas Enembe

- Senin, 26 September 2022 | 20:07 WIB

Betawipos, Jakarta-- Kasus korupsi yang membelit Gubernur Papua Lukas Enembe benar-benar mencoreng nama Papua. Oleh karena itu, tokoh agama dan adat di Bumi Cendrawasih mendukung KPK untuk membongkar kasusnya sampai tuntas.

Sejak menjadi Gubernur Papua pada tahun 2013  lalu, Lukas Enembe terkenal karena banyak memberi beasiswa pada orang asli Papua. Namun ternyata ia terkena kasus korupsi sehingga publik berbalik untuk tidak mempercayainya. Bagaimana rakyat Papua tidak marah jika sang gubernur korupsi uang negara dan menerima gratifikasi lebih dari 1 triliun rupiah?

Dalam rekening Lukas yang dibuka isinya, ternyata ada Rp. 33 miliar. Padahal gaji gubernur hanya Rp. 3 juta, sehingga mustahil jika uang sebanyak itu didapatkan hanya dari gaji bulanan. Oleh karena itu rakyat Papua mendukung KPK untuk mencokok Lukas Enembe dan membongkar kasusnya, karena ia telah mangkir dari panggilan.

baca juga:

Ismail Asso, Tokoh Agama Papua, mendukung agar ada proses hukum bagi Lukas Enembe, dan ia wajib segera diperiksa oleh KPK. Ismail juga meminta masyarakat Papua untuk mendukung proses pengusutan kasus korupsinya. Lukas juga diharap untuk lebih kooperatif dan menyerahkan diri ke KPK. Jika ia merasa tidak bersalah maka tidak usah takut.

Imbauan dari tokoh agama Papua sangat penting karena masyarakat Papua wajib mendukung pengusutan kasus korupsi Lukas Enembe. Jangan malah terprovokasi oleh propaganda yang sengaja disebar, yang menganggap bahwa kasus ini hanya jebakan dari lawan politik. Ada pula warga yang malah sengaja melindungi Lukas dan baru ketahuan ia dibayar sebesar Rp. 300.000 untuk melakukannya.

Pengusutan terhadap Lukas Enembe harus dilakukan karena korupsinya mencapai triliunan rupiah, dan ia mendapatkan gratifikasi sebesar 1 triliun rupiah. Gratifikasi yang besar sekali itu masih ditambah dengan korupsi, yang didapat dari dana PON XX dan otonomi khusus (otsus).

Bahkan ditengarai Lukas memiliki simpanan uang di bank luar negeri lebih dari 2 triliun rupiah. Jumlah ini tentu sangat fantastis dan tidak masuk akal. Walau sebelum menjabat jadi gubernur ia juga pernah jadi pejabat daerah, tapi tidak setimpal dengan gajinya.

Rakyat berteriak untuk mengusut dan mencokok Lukas Enembe karena ada aliran dana lebih dari 500 miliar rupiah, ke sebuah tempat perjudian luar negeri. Ini bukanlah fitnah karena ada rekaman kamera CCTV ketika Lukas sedang asyik berjudi. Sungguh ia telah melakukan dua kesalahan fatal, dengan berjudi yang jelas dilarang hukum agama maupun negara serta korupsi dan mencuci uangnya tersebut diluar negeri.

Halaman:

Editor: Pandu Wibowo

Sumber: Reportase

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Peresmian AMN Menjadi Era Baru Kebhinekaan

Selasa, 29 November 2022 | 19:36 WIB

AMN Potensial Mencetak Kader Pemimpin Bangsa

Selasa, 29 November 2022 | 19:20 WIB

Kepala BIN : Pembangunan AMN “Proyek” Bersama Bangsa

Selasa, 29 November 2022 | 17:20 WIB

BIN Bagikan Kasur untuk Penyintas Gempa Cianjur

Selasa, 29 November 2022 | 16:47 WIB

Sejumlah Pengamat dan Akademisi Dukung Pengesahan RKUHP

Selasa, 29 November 2022 | 12:45 WIB

Pembangunan IKN Berdampak Positif Pada Lingkungan

Selasa, 29 November 2022 | 12:19 WIB

BIN Bantu Penyintas Gempa Cianjur Lewati Masa Sulit

Selasa, 29 November 2022 | 11:36 WIB

AMN Wadah Pembentukan Karakter dan Kepemimpinan

Minggu, 27 November 2022 | 21:19 WIB
X