• Selasa, 29 November 2022

Pengesahan RKUHP Hapus Aturan Warisan Kolonial

- Rabu, 28 September 2022 | 13:19 WIB

Betawipos, Jakarta-- Pengesahan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) yang dicanangkan oleh pemerintah perlu mendapat dukungan masyarakat. Hal tersebut karena tujuan utamanya adalah supaya bisa menghapus seluruh aturan warisan dari kolonial Belanda, yang mana memang sudah ditemui banyak sekali ketidakcocokan jika masih terus dipaksakan diterapkan di jaman modern seperti saat ini.

Pemerintah sudah memiliki rencana untuk segera mengganti KUHP lama yang merupakan sumber sistem aturan hukum dan mengikat di tengah kehidupan bermasyarakat di Indonesia, menjadi RKUHP. Guru besar ilmu hukum Unissula, Prof Dr Sri Endah W menyatakan, RUU KUHP dibuat untuk nantinya menggantikan KUHP/Wet Boek van Strafrech (WvS) warisan Belanda sejak 1918.

Prof Dr Sri Endah dalam pergelaran forum pernyataan sikap para dosen di lingkungan Fakultas Hukum (FH), Unissula tersebut menambahkan bahwa KUHP yang berlaku saat ini di Indonesia tersebut disahkan melalui Staatsblad sejak tahun 1915 silam nomor 732. Maka dari itu dirinya menegaskan bahwa kampus sangatlah mendukung supaya RUU KUHP bisa dengan secepatnya disahkan oleh pemerintah.

baca juga:

Dengan bagaimana perkembangan jaman yang terjadi begitu pesat seperti sekarang ini di Indonesia, tentunya ketika masih terus menggunakan KUHP lama menjadi rujukan utama sistem hukum di Indonesia, maka sudah banyak terjadi ketidakcocokan sehingga memang sudah harus dengan segera diganti agar nantinya relevansi mengenai sistem hukum utama yang diterapkan di Indonesia bisa sesuai dengan perubahan jaman yang terjadi.

Bagaimana tidak, pasalnya Guru Besar Ilmu Hukum di Unissula tersebut menegaskan bahwa KUHP/Wvs sebagai hukum pidana di Indonesia sarat dengan filosofi individualisme, liberalisme, sekularisme, serta tidak berkeadilan. Tentunya seluruh poin-poin tersebut sama sekali tidak cocok jika diterapkan di Indonesia dengan landasan ideologis Pancasila sebagai dasar negara. Selain itu, karakter masyarakat Indonesia sendiri sudah sejak dulu bukanlah merupakan masyarakat yang individualis dan sekuler.

Oleh karena itu, sudah tidak terdapat alasan lagi untuk membantah agar supaya rekonstruksi akan sistem hukum di Tanah Air ini segera harus dilakukan. Muaranya, agar KUHP sesuai dengan nilai-nilai filosofi Pancasila yang merupakan dasar negara dan landasan penting pembangunan hukum di Indonesia.

Dengan adanya pergantian dari KUHP lama dalam RKUHP, yang mana memang merupakan asli rancangan dari anak Bangsa sendiri, maka tentunya seluruh nilai-nilai kehidupan yang tertanam dalam ajaran Pancasila akan bisa diterapkan dan ditegakkan dengan maksimal dalam kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara.

Senada, dengan Prof Sri Endah, Dekan Dr Bambang Tri Bawono kembali menegaskan bahwa pihak Fakultas Hukum Unissula sangatlah mendorong dan menyetujui agar RUU KUHP yang terdiri dari 628 pasal tersebut bisa segera disahkan. Menurutnya, aturan hukum yang anyar semestinya segera disahkan karena dibuat mendasari Pancasila oleh para pakar hukum sejak 1964.

Halaman:

Editor: Pandu Wibowo

Sumber: Reportase

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Peresmian AMN Menjadi Era Baru Kebhinekaan

Selasa, 29 November 2022 | 19:36 WIB

AMN Potensial Mencetak Kader Pemimpin Bangsa

Selasa, 29 November 2022 | 19:20 WIB

Kepala BIN : Pembangunan AMN “Proyek” Bersama Bangsa

Selasa, 29 November 2022 | 17:20 WIB

BIN Bagikan Kasur untuk Penyintas Gempa Cianjur

Selasa, 29 November 2022 | 16:47 WIB

Sejumlah Pengamat dan Akademisi Dukung Pengesahan RKUHP

Selasa, 29 November 2022 | 12:45 WIB

Pembangunan IKN Berdampak Positif Pada Lingkungan

Selasa, 29 November 2022 | 12:19 WIB

BIN Bantu Penyintas Gempa Cianjur Lewati Masa Sulit

Selasa, 29 November 2022 | 11:36 WIB

AMN Wadah Pembentukan Karakter dan Kepemimpinan

Minggu, 27 November 2022 | 21:19 WIB
X