• Selasa, 29 November 2022

Warganet Perlu Aktif Tangkal Radikalisme di Medsos

- Rabu, 28 September 2022 | 13:19 WIB

Betawipos, Jakarta-- Paham radikal bisa muncul di mana saja, dan dapat menyerang siapa saja, apalagi paham ini juga menggunakan media sosial untuk menghembuskan paham radikal kepada warganet, dengan harapan menambah jumlah anggota. Pengguna internet tentu saja perlu waspada dan mengedepankan critical thingking ketika bermain media sosial.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyebutkan bahwa media sosial dapat menjadi alat untuk mencegah serta menangkal radikalisme, hoax dan ujaran kebencian bernuansa SARA. Sebab, era digital saat ini mampu membuka peluang bagi siapapun untuk melakukan segala aktivitas melalui media digital.

Dekan Fakultas Psikologi Universitas Merdeka (Umer) Malang Nawang Warsi, menjelaskan bahwa media sosial dapat dijadikan ladang amal karena mengajak pada kebaikan.

baca juga:

Menurut Nawang, banyak aktivitas dakwah yang kini telah memanfaatkan kemajuan teknologi digital. Aktivitas berdakwah di ruang digital berkembang seiring dengan banyaknya aplikasi media sosial. Nawang menilai, tidak sedikit para pendakwah yang kini telah memanfaatkan media digital untuk melakukan dakwah. Melalui Chanel Youtube, mereka menyebarkan rekaman aktifitas dakwahnya ke media sosial, seperti Facebook, Instagram hingga aplikasi percakapan.

Aktivitas dakwah di ruang digital, menurut Nawang diharapkan mampu menjadi konter terhadap dampak negatif dan pengaruh buruk atas media sosial. Di antaranya konten yang melanggar kesusilaan, perjudian, penghinaan dan pencemaran nama baik, penyebaran hoaks, ujaran kebencian maupun permusuhan berdasarkan SARA.

Praktisi komunikasi Ari Utami mengatakan bahwa di tengah problem banyaknya figur pendakwah yang telah memiliki paradigma dan sikap keberagaman sosial yang eksklusif, inteoleran, bahkan radikal . Tentunya Ideologi Pancasila haruslah menjadi acuan utama.

Ari menilai, sebagai dasar negara falsafah atau pandangan hidup bangsa Indonesia yang digagas para pendiri bangsa, Pancasila sudah final dan harus jadi acuan dan berbangsa dan bernegara.

Gerakan radikal memang bukan berita baru, keberadaannya sudah ada sejak lama di Indonesia, seperti pemberontakan DI TII maupun NII pada masa awal kemerdekaan NKRI.

Halaman:

Editor: Pandu Wibowo

Sumber: Reportase

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Peresmian AMN Menjadi Era Baru Kebhinekaan

Selasa, 29 November 2022 | 19:36 WIB

AMN Potensial Mencetak Kader Pemimpin Bangsa

Selasa, 29 November 2022 | 19:20 WIB

Kepala BIN : Pembangunan AMN “Proyek” Bersama Bangsa

Selasa, 29 November 2022 | 17:20 WIB

BIN Bagikan Kasur untuk Penyintas Gempa Cianjur

Selasa, 29 November 2022 | 16:47 WIB

Sejumlah Pengamat dan Akademisi Dukung Pengesahan RKUHP

Selasa, 29 November 2022 | 12:45 WIB

Pembangunan IKN Berdampak Positif Pada Lingkungan

Selasa, 29 November 2022 | 12:19 WIB

BIN Bantu Penyintas Gempa Cianjur Lewati Masa Sulit

Selasa, 29 November 2022 | 11:36 WIB

AMN Wadah Pembentukan Karakter dan Kepemimpinan

Minggu, 27 November 2022 | 21:19 WIB
X