• Selasa, 29 November 2022

Target Investasi RI Kian Tercapai Berkat UU Cipta Kerja

- Rabu, 28 September 2022 | 13:19 WIB

Betawipos, Jakarta-- Target investasi RI yang sudah dirancang akan semakin mudah tercapai, seluruhnya merupakan bentuk dari penerapan UU Cipta Kerja yang sudah diresmikan oleh Pemerintah sehingga mempermudah segala iklim di dunia usaha, termasuk kemudahan dalam melakukan penanaman modal.

Setelah penanganan dan pengendalian pandemi Covid-19 sukses dilakukan oleh pemerintah RI, dengan bukti bahwa kurva kasus terus mengalami pelandaian sampai saat ini, belakangan pemerintah kemudian berfokus untuk secepatnya mengejar percepatan pemulihan ekonomi nasional pascapandemi. Segala upaya juga terus dilakukan, termasuk salah satunya adalah terus mengejar target investasi.

Terkait hal tersebut, Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) meyakini target investasi pada 2022 sebesar Rp 1.200 triliun dapat dicapai. Salah satu terobosan yang diyakini akan berdampak positif bagi realisasi investasi adalah implementasi Undang Undang Cipta Kerja.

baca juga:

Direktur Promosi Wilayah Asia Tenggara, Selandia Baru, dan Pasifik Kementerian Investasi/BKPM, Saribua Siahaan dalam sebuah seminar menyampaikan bahwa pihaknya terus optimis bahwa seluruh target investasi yang dimiliki oleh pemerintah pasti akan tercapai.

Pasalnya, pemerintah sendiri sudah berbagai macam regulasi agar target investasi tersebut benar-benar tercapai, yakni salah satunya adalah dengan melakukan terobosan berupa pengesahan UU Cipta Kerja. Bagaimana tidak, dalam pengesahan regulasi UU Cipta Kerja tersebut, di dalamnya memang terdapat upaya konkret dari pemerintah agar terus meningkatkan kemudahan dalam dunia usaha.

Saribua menambahkan bahwa di dalam UU Ciptaker tersebut juga sudah ada segenap kemudahan untuk berinvestasi yang telah dijamin oleh pemerintah secara clean and clear, khususnya mengenai permasalahan lahan yang selama ini terus menjadi momok dalam dunia investasi nasional. Sejauh ini, memang telah banyak diketahui bahwa kegiatan berinvestasi terus terhambat karena masalah mengenai penyediaan lahan. Maka dari itu pemerintah langsung berusaha mengatasinya.

Lebih lanjut, Saribua juga menyatakan bahwa dengan pengesahan UU Cipta kerja, maka siapapun yang hendak melakukan investasi di Tanah Air cukup membawa modal dan juga teknologi saja, karena semua perizinan sudah ditangani dan dipermudah sehingga sama sekali tidak ada alasan lagi sulitnya dunia usaha di Indonesia.

Kemudian, poin ketiga, lewat UU Cipta Kerja pemerintah melakukan perampingan administrasi sehingga upaya mengurus perizinan usaha menjadi tidak bertele-tele. Dalam regulasi tersebut pemerintah melakukan perbaikan sistem perizinan terintegrasi lewat Online Single Submission (OSS) agar perizinan menjadi lebih cepat, mudah, dan transparan. Menurutnya, dengan adanya perizinan berbasis online tersebut, merupakan sebagai bentuk kepastian bagi seluruh investor bahwa iklim investasi yang ada di Indonesia sendiri memang dalam keadaan yang kondusif.

Halaman:

Editor: Pandu Wibowo

Sumber: Reportase

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Peresmian AMN Menjadi Era Baru Kebhinekaan

Selasa, 29 November 2022 | 19:36 WIB

AMN Potensial Mencetak Kader Pemimpin Bangsa

Selasa, 29 November 2022 | 19:20 WIB

Kepala BIN : Pembangunan AMN “Proyek” Bersama Bangsa

Selasa, 29 November 2022 | 17:20 WIB

BIN Bagikan Kasur untuk Penyintas Gempa Cianjur

Selasa, 29 November 2022 | 16:47 WIB

Sejumlah Pengamat dan Akademisi Dukung Pengesahan RKUHP

Selasa, 29 November 2022 | 12:45 WIB

Pembangunan IKN Berdampak Positif Pada Lingkungan

Selasa, 29 November 2022 | 12:19 WIB

BIN Bantu Penyintas Gempa Cianjur Lewati Masa Sulit

Selasa, 29 November 2022 | 11:36 WIB

AMN Wadah Pembentukan Karakter dan Kepemimpinan

Minggu, 27 November 2022 | 21:19 WIB
X