KPK Terus Mengusut Kasus Lukas Enembe Langsung di Papua

- Jumat, 11 November 2022 | 18:49 WIB

Betawipos, Jakarta-- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan kepada Gubernur Papua Lukas Enembe di kediamannya di Jayapura. Kedatangan rombongan KPK bukan hanya untuk melakukan penyidikan. Namun juga mencari bukti-bukti dan melakukan penggeledahan, sehingga pengusutan kasusnya makin lancar.

Ketua KPK Firli Bahuri dan beberapa anggotanya telah melakukan pemeriksaan di kediaman Lukas Enembe, tanggal 3 November 2022. Pemeriksaan dilakukan selama 90 menit dan berlangsung cukup lancar. Firli didampingi oleh Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhiri, Panglima Kodam XVII Cenderawasih Mayjen Muhammad Saleh Mustafa, dan kepala BIN Daerah Papua Mayjen TNI Gustav Irianto.

Kasus Lukas Enembe berusaha diselesaikan dengan baik oleh KPK, agar cepat selesai. KPK sudah memeriksa Lukas di rumahnya, di kawasan Koya Tengah, Jayapura, Papua. Keputusan ini merupakan hasil dari rapat koordinasi dengan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, Komnas HAM, dan pihak berwajib. KPK datang ke Papua juga didampingi tim dokter independen dari IDI (Ikatan Dokter Indonesia).

baca juga:

Pengacara Lukas Enembe Aloysius Renwarin menyatakan pemeriksaan berjalan dengan lancar, meski tidak bisa lama karena kondisi Lukas yang masih sakit. Setelah diperiksa oleh KPK, Lukas diperiksa oleh tim dokter independen dari IDI. KPK membawa serta tim dokter karena ingin memastikan bahwa Lukas Enembe benar-benar sakit.

Pemeriksaan Lukas Enembe di Papua dilakukan karena KPK ingin agar kasus korupsi ini cepat selesai, bukan berarti ada pengistimewaan bagi Lukas (karena ia adalah seorang gubernur). Jika dipaksakan untuk penjemputan tersangka maka dikhawatirkan ada kerusuhan, karena massa (orang Papua) yang berjaga di sekitar rumah Lukas masih banyak. KPK mengedepankan kemanusiaan karena tidak ingin ada gesekan yang bisa menyebabkan korban luka dari rakyat Papua.

Jika pemeriksaan dilakukan tidak di Gedung Merah Putih KPK, maka tidak melanggar hukum. Anggota Dewan Pengawas KPK Syamsuddin Haris menyatakan bahwa Firli datang ke Papua dalam rangka pelaksanaan tugas. Pimpinan KPK diperkenankan bertemu dengan Lukas Enembe demi mendapatkan keterangan dan mengetahui kondisi kesehatan Lukas. Tidak masalah jika pimpinan KPK berhubungan dengan tersangka atau pihak lain yang terkait dengan kasus korupsi.

Dalam artian, KPK datang jauh-jauh ke Papua bukan karena kasihan kepada Lukas Enembe, melainkan untuk melaksanakan tugas dan menyelesaikan kasus korupsi. Pertemuan dengan Lukas yang berstatus tersangka juga tidak melanggar hukum. Jika KPK datang ke Papua maka kasus akan bisa cepat diselesaikan karena pemeriksaan sudah selesai.

Selain memeriksa Lukas Enembe, KPK datang ke Papua untuk misi lain. Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri menyatakan bahwa Tim Penyidik KPK selesai menggeledah 3 lokasi di Kota Jayapura, yakni rumah Lukas Enembe dan 2 kantor perusahaan swasta. Ada sejumlah dokumen yang disita terkait perkara korupsi dan gratifikasi yang dilakukan oleh Lukas.

Halaman:

Editor: Pandu Wibowo

Sumber: Reportase

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kerukunan Umat Beragama Mampu Halau Politik Identitas

Kamis, 26 Januari 2023 | 15:53 WIB

KUHP Nasional Kuatkan Eksistensi Hukum Indonesia

Kamis, 26 Januari 2023 | 15:16 WIB

KUHP Nasional Dirumuskan Melalui Proses Panjang

Rabu, 25 Januari 2023 | 14:30 WIB

KST Merusak Kedamaian Papua

Rabu, 25 Januari 2023 | 14:26 WIB

Pemilu Damai Cegah Perpecahan

Rabu, 25 Januari 2023 | 14:17 WIB

KST Menghambat Generasi Muda Papua untuk Maju

Selasa, 24 Januari 2023 | 15:59 WIB

KUHP Nasional Sajikan Pembaruan Hukum Progresif

Selasa, 24 Januari 2023 | 15:54 WIB

Wujudkan Pemilu Damai Bebas Hoaks

Senin, 23 Januari 2023 | 15:43 WIB
X