• Selasa, 29 November 2022

Tokoh Agama Berperan Cegah Radikalisme di Masyarakat

- Minggu, 20 November 2022 | 15:13 WIB

Betawipos, Jakarta-- Tokoh agama secara bersama-sama dan terintegrasi dengan banyak tokoh masyarakat lainnya akan sangat berperan penting dalam keikutsertaannya dan berkontribusi mencegah penyebarluasan paham radikalisme dan terorisme di tengah-tengah masyarakat.

Indonesia merupakan salah satu negara yang dikenal memiliki keberagaman namun juga di sisi lain sangat menjunjung tinggi kebersamaan dan semangat gotong-royong hingga menjadi satu kesatuan. Maka dari itu sangat penting seluruh masyarakat bisa terus menjalin silaturahmi secara bersama-sama.

baca juga:

Salah satu upaya untuk terus menjunjung tinggi semboyan yang digagas oleh para pendiri Bangsa ini, yaitu Bhinneka Tunggal Ika adalah terus mempererat tali silaturahmi kepada seluruh masyarakat. Jika tali silaturahmi tersebut terjaga dengan baik, maka diharapkan pula kemitraan antara seluruh masyarakat juga bisa terbina.

Bukan hanya itu, namun keharmonisan serta kerukunan yang terjadi di masyarakat Tanah Air pun juga akan terus diperkuat. Apabila keseluruhan hal baik ini terus dijaga dengan baik, maka secara otomatis pula akan tercipta situasi yang aman dan tertib di masyarakat, hingga lingkungan yang sangat kondusif.

Hal tersebut sangatlah berkaitan dengan upaya untuk bisa mewaspadai seluruh masyarakat terhadap adanya potensi ancaman risiko seperti tindak kejahatan yang mungkin bisa saja terjadi seperti pencurian, kekerasan, bahkan jika dilihat resikonya yang lebih luas dampaknya adalah masyarakat akan bisa terhindar dari penyebaran paham radikalisme, teorisme yang memang sangat mengancam keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa ini.

Tidak bisa dipungkiri kalau justru ancaman paham radikalisme dan juga terorisme memiliki ancaman dalam bentuk lain yang bahkan mungkin lebih berbahaya karena pendeteksiannya akan sulit untuk dilakukan, terlebih penyebarannya melalui pemahaman dan pola pikir orang tertentu.

Dengan begitu bisa jadi seseorang yang sudah terpapar oleh paham radikalisme akan menjadi sangat intoleran terhadap kemungkinan adanya perbedaan pendapat dari orang lain. Mereka akan merasa diri dan kelompoknya sajalah yang paling benar dan menilai kalau orang lain pasti salah, dengan sama sekali tidak pernah merasa bersalah.

Justru kejahatan dengan tipe seperti ini menjadi jauh lebih sulit untuk ditangani karena biasanya tidak secara eksplisit diperlihatkan dengan tindakan, mereka banyak bergerak di jalur bawah tanah sebelum akhirnya membuat sebuah pergerakan untuk menyebarkan terorisme kepada khalayak ramai.

Halaman:

Editor: Pandu Wibowo

Sumber: Reportase

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Peresmian AMN Menjadi Era Baru Kebhinekaan

Selasa, 29 November 2022 | 19:36 WIB

AMN Potensial Mencetak Kader Pemimpin Bangsa

Selasa, 29 November 2022 | 19:20 WIB

Kepala BIN : Pembangunan AMN “Proyek” Bersama Bangsa

Selasa, 29 November 2022 | 17:20 WIB

BIN Bagikan Kasur untuk Penyintas Gempa Cianjur

Selasa, 29 November 2022 | 16:47 WIB

Sejumlah Pengamat dan Akademisi Dukung Pengesahan RKUHP

Selasa, 29 November 2022 | 12:45 WIB

Pembangunan IKN Berdampak Positif Pada Lingkungan

Selasa, 29 November 2022 | 12:19 WIB

BIN Bantu Penyintas Gempa Cianjur Lewati Masa Sulit

Selasa, 29 November 2022 | 11:36 WIB

AMN Wadah Pembentukan Karakter dan Kepemimpinan

Minggu, 27 November 2022 | 21:19 WIB
X