• Selasa, 29 November 2022

Semangat Moderasi Beragama Efektif Cegah Radikalisme

- Senin, 21 November 2022 | 14:05 WIB

Betawipos, Jakarta-- Semangat moderasi beragama memang menjadi salah satu cara paling efektif untuk bisa membantu mencegah penyebarluasan paham radikalisme di seluruh masyarakat Indonesia. Karena dengan memiliki semangat moderasi beragama yang tinggi, maka masyarakat sendiri tidak akan mudah terpecah belah dan disusupi oleh gangguan-gangguan disintegrasi bangsa.

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) memiliki program prioritas, yakni melakukan revolusi mental dan juga pembinaan ideologi Pancasila. Kegiatan tersebut secara langsung dilakukan oleh seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, yakni bertajuk Pemetaan Wawasan Kebangsaan dan Pemahaman Keagamaan Bagi Penyuluh Agama Islam (PAI). Target penyuluhan tersebut dilakukan untuk seluruh PNS dan juga Non PNS yang dilaksanakan secara serentaj di seluruh Indonesia.

baca juga:

Revolusi mental merupakan salah satu gagasan dari Presiden RI, Joko Widodo pula karena menurutnya hal tersebut menjadi sangat penting untuk dilakukan karena masyarakat Indonesia sendiri membutuhkan perubahan namun dari segi pembaikan mentalnya agar bisa menjadi lebih siap dalam menghadapi berbagai macam tantangan, termasuk tantangan ancaman disintegrasi bangsa.

Terlebih, revolusi mental yang dilakukan adalah dengan penuh semangat pembinaan ideologi Pancasila, sehingga landasan dasar negara Indonesia tersebut diharapkan bisa benar-benar terpatri kepada hati seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Dengan demikian, masyarakat sendiri akan melaksanakan seluruh nilai-nilai Pancasila dalam segala aspek kehidupannya.

Pemetaan wawasan kebangsaan yang terus digencarkan oleh pemerintah melalui program Kemenag tersebut menjadi salah satu hal yang paling tepat untuk bisa terus menanamkan nilai-nilai baik dalam ideologi negara, Pancasila di dalam relung jiwa masyarakat Tanah Air. Bahkan di dalamnya juga terdapat pemahaman keagamaan yang tentunya akan sarat dengan nilai-nilai toleransi keberagamaan seperti pada tertulis dalam Pancasila.

Tidak bisa dipungkiri, karena Indonesia sendiri terdiri dari banyak sekali latar belakang kebudayaan, di dalamnya juga ada beragam sekali latar belakang budaya dan bahasa, sehingga tidak mungkin masyarakat bisa bersatu apabila tidak disertai dengan penanaman nilai Pancasila yang kuat pada individu masing-masing.

Justru semboyan utama yang digagas oleh para pendiri bangsa ini dengan Bhinneka Tunggal Ika, yang bermakna berbeda-beda tapi tetap satu jua adalah representasi konkret dari bagaimana kondisi dan situasi bangsa ini yang memang memiliki banyak sekali latar belakang, namun di dalamnya masyarakat dituntut untuk mampu bergotong-royong.

Kasi Bimas Islam, Imron Awaludin menyampaikan bahwa kegiatan pemetaan yang dilakukan oleh pemerintah dengan diinisasi oleh Kemenag tersebut adalah merupakan bahan dalam perumusan kebijakan pengembangan program layanan bimbingan dan penyuluhan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sendiri. Dirinya menerangkan bahwa kegiatan tersebut memiliki tujuan yakni sebagai acuan dan mampu membantu mengantur serta memastikan akuntabilitas dalam pelaksanaan pemetaan wawasan kebangsaan dan pemahaman keagamaan PAI para PNS dan Non PNS.

Halaman:

Editor: Pandu Wibowo

Sumber: Reportase

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Peresmian AMN Menjadi Era Baru Kebhinekaan

Selasa, 29 November 2022 | 19:36 WIB

AMN Potensial Mencetak Kader Pemimpin Bangsa

Selasa, 29 November 2022 | 19:20 WIB

Kepala BIN : Pembangunan AMN “Proyek” Bersama Bangsa

Selasa, 29 November 2022 | 17:20 WIB

BIN Bagikan Kasur untuk Penyintas Gempa Cianjur

Selasa, 29 November 2022 | 16:47 WIB

Sejumlah Pengamat dan Akademisi Dukung Pengesahan RKUHP

Selasa, 29 November 2022 | 12:45 WIB

Pembangunan IKN Berdampak Positif Pada Lingkungan

Selasa, 29 November 2022 | 12:19 WIB

BIN Bantu Penyintas Gempa Cianjur Lewati Masa Sulit

Selasa, 29 November 2022 | 11:36 WIB

AMN Wadah Pembentukan Karakter dan Kepemimpinan

Minggu, 27 November 2022 | 21:19 WIB
X