• Selasa, 29 November 2022

Kasus Lukas Enembe Terus Berlanjut, Barang Bukti Baru Ditemukan

- Selasa, 22 November 2022 | 13:42 WIB

Betawipos, Jakarta-- Kasus Lukas Enembe terus berlanjut setelah ia diperiksa oleh tim penyidik KPK. Ditemukan sejumlah barang bukti baru di Papua maupun di Jakarta. Barang bukti ini akan makin memberatkan hukumannya dan ia terancam 20 tahun penjara. Lukas tak bisa mengelak lagi karena KPK sudah menyelidiki kasusnya sejak tahun 2017.

Gubernur Papua Lukas Enembe menjadi tersangka kasus korupsi dan gratifikasi sejak awal September 2022. Ia terbukti menerima gratifikasi dan korupsi senilai lebih dari Rp 1.000.000.000. Kasus Lukas sempat tersendat-sendat karena ia menolak panggilan KPK sampai dua kali. Namun akhirnya proses hukumnya terus berlanjut, setelah ia diperiksa oleh tim penyidik KPK, tanggal 3 November 2022 lalu.

baca juga:

Setelah memeriksa Lukas Enembe maka KPK terus melanjutkan proses hukumnya. Saat berada di Papua, selain menginterogasi Lukas, maka KPK juga diadakan penggeledahan di dua kantor perusahaan swasta dan satu kediaman pihak terkait perkara.

Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri menyatakan bahwa setelah dilakukan penggeledahan, ditemukan dokumen dan bukti elektronik, yang diduga memiliki keterkaitan dengan pembuktian perkara. Bukti-bukti ini akan menjadi kelengkapan berkas perkara, yang akan dianalisis dan disita dulu oleh tim penyidik.

Dalam artian, KPK terus bekerja untuk menyelesaikan kasus Lukas Enembe agar tidak berlarut-larut. Jangan ada anggapan bahwa KPK mengistimewakan Lukas karena mengadakan pemeriksaan di Papua, karena ini adalah kondisi terpaksa karena faktor kesehatannya. Selain itu, KPK juga mencari bukti-bukti baru pada kasus ini, sehingga akan lebih cepat selesai.

KPK berjuang untuk menghapus korupsi di Indonesia dan membuat para koruptor bertekuk lutut. Kasus Lukas akan terus dilanjutkan karena memang belum selesai. Mungkin masyarakat awam heran, mengapa Lukas Enembe tidak segera dipenjarakan setelah diperiksa oleh tim penyidik KPK? Namun mereka belum paham bahwa prosesnya masih panjang, karena ia masih harus dibawa ke meja hijau terlebih dahulu.

Jika ada bukti baru yang ditemukan oleh KPK maka kasus Lukas Enembe mengalami kemajuan, karena bukti-buktinya terus bertambah. Tidak ada yang bisa menuduh bahwa KPK melindungi Lukas karena lembaga anti korupsi ini terus berusaha agar kasusnya selesai. Lukas Enembe tidak pernah dilindungi atau diistimewakan, karena tiap warga negara Indonesia sama di mata hukum, sekalipun ia seorang gubernur.

Kasus Lukas Enembe terus berlanjut dan KPK berusaha agar lekas menyelesaikannya. Penyebabnya karena jika tidak dilanjutkan, masyarakat yang jadi korban. Kursi Gubernur Papua akan terus kosong karena Lukas sedang cuti sakit. Sedangkan gubernur sangat dibutuhkan tanda tangannya di Kantor Pemerintah Provinsi Papua.

Halaman:

Editor: Pandu Wibowo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Peresmian AMN Menjadi Era Baru Kebhinekaan

Selasa, 29 November 2022 | 19:36 WIB

AMN Potensial Mencetak Kader Pemimpin Bangsa

Selasa, 29 November 2022 | 19:20 WIB

Kepala BIN : Pembangunan AMN “Proyek” Bersama Bangsa

Selasa, 29 November 2022 | 17:20 WIB

BIN Bagikan Kasur untuk Penyintas Gempa Cianjur

Selasa, 29 November 2022 | 16:47 WIB

Sejumlah Pengamat dan Akademisi Dukung Pengesahan RKUHP

Selasa, 29 November 2022 | 12:45 WIB

Pembangunan IKN Berdampak Positif Pada Lingkungan

Selasa, 29 November 2022 | 12:19 WIB

BIN Bantu Penyintas Gempa Cianjur Lewati Masa Sulit

Selasa, 29 November 2022 | 11:36 WIB

AMN Wadah Pembentukan Karakter dan Kepemimpinan

Minggu, 27 November 2022 | 21:19 WIB
X