• Selasa, 29 November 2022

Sinergi Bersama Melawan penyebaran Radikalisme di Lingkungan Pendidikan

- Selasa, 22 November 2022 | 13:43 WIB

Betawipos, Jakarta-- Lembaga pendidikan dan media sosial (medsos) di era digital ini merupakan dua wilayah yang diperebutkan oleh kelompok radikal terorisme karena dinilai sangat efektif untuk mentransformasi paham serta merekrut anggota. Wajib bagi semua kalangan untuk mewaspadainya dan berusaha agar paham tersebut tidak meracuni pikiran peserta didik maupun pengajar khususnya di lingkungan pendidikan.

Saat acara "Training Of Trainer Menjadi Guru Pelopor Moderasi Beragama", di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara) Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Brigjen (Pol) R Ahmad Nurwakhid mengatakan bahwa guna mencegah paham kekerasan oleh kelompok radikal terorisme perlu membekali pemahaman pencegahan terorisme kepada para guru atau pengajar melalui penguatan moderasi beragama melalui ruang pendidikan dan medsos.

baca juga:

Guna mengisi ruang pendidikan, juga perlu terus melakukan kontra narasi di ruang digital, sehingga acara tersebut dirangkai dengan lomba “Pembuatan Bahan Ajar Berupa Video Pendek Sosiodrama Moderasi Beragama". Hal ini merupakan salah satu cara dalam melawan penyebaran radikalisme di lingkungan pendidikan oleh BNPT.

Ahmad menegaskan bahwa terorisme merupakan ancaman nyata bagi kedamaian di Indonesia. Kelompok pelaku terorisme tinggal di tengah masyarakat, membaur dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, bahkan bukan tidak mungkin ada di tengah-tengah lembaga pendidikan, sehingga semua kalangan masyarakat harus selalu waspada.

Sejalan dengan hal tersebut, Ahmad menuntut agar semua pihak dalam mencegah paham kekerasan ini dapat mengedepankan kewaspadaan, tidak hanya untuk alasan keselamatan, melainkan juga mencegah tersebarluaskannya paham radikal terorisme tersebut.

BNPT sebagai lembaga negara yang mendapatkan mandat melaksanakan penanggulangan terorisme dengan mengoordinasikan seluruh kementerian dan lembaga yang terus berupaya menekan kejahatan luar biasa tersebut. Ahmad menambahkan bahwa pihaknya berupaya untuk tidak hanya melalui penindakan secara tegas, namun juga menjalankan program-progran bersifat 'soft approach' atau penanganan secara lunak dalam menyelesaikan setiap kasus yang di hadapi.

Kegiatan "Training Of Trainer Menjadi Guru Pelopor Moderasi Beragama" merupakan salah satu bentuk bagaimana terorisme ditanggulangi secara lunak dengan melibatkan berbagai komponen bangsa, khususnya melalui partisipasi aktif stakeholder pendidikan yakni pengajar, pelajar, para staf di lingkungan pendidikan termasuk para orang tua.

Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Muhammadiyah Jakarta, Sholehuddin yang merupakan pembicara dalam acara tersebut, sepakat bahwa saat ini terjadi perebutan wilayah ruang medsos dan ruang pendidikan baik untuk pelaku paham kekerasan maupun upaya pencegahannya. Ia menambahkan bahwa faktanya khusus ruang medsos lebih banyak dikuasai oleh paham-paham menyimpang ketimbang konten yang bersifat mendidik.

Halaman:

Editor: Pandu Wibowo

Sumber: Reportase

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Peresmian AMN Menjadi Era Baru Kebhinekaan

Selasa, 29 November 2022 | 19:36 WIB

AMN Potensial Mencetak Kader Pemimpin Bangsa

Selasa, 29 November 2022 | 19:20 WIB

Kepala BIN : Pembangunan AMN “Proyek” Bersama Bangsa

Selasa, 29 November 2022 | 17:20 WIB

BIN Bagikan Kasur untuk Penyintas Gempa Cianjur

Selasa, 29 November 2022 | 16:47 WIB

Sejumlah Pengamat dan Akademisi Dukung Pengesahan RKUHP

Selasa, 29 November 2022 | 12:45 WIB

Pembangunan IKN Berdampak Positif Pada Lingkungan

Selasa, 29 November 2022 | 12:19 WIB

BIN Bantu Penyintas Gempa Cianjur Lewati Masa Sulit

Selasa, 29 November 2022 | 11:36 WIB

AMN Wadah Pembentukan Karakter dan Kepemimpinan

Minggu, 27 November 2022 | 21:19 WIB
X