• Selasa, 29 November 2022

Mahasiswa Papua Dukung Pengusutan Kasus Lukas Enembe

- Kamis, 24 November 2022 | 05:36 WIB

Betawipos, Jakarta-- Penetapan Lukas Enembe menjadi tersangka kasus korupsi dan gratifikasi telah mencoreng nama baik masyarakat Papua. Oleh karena itu, masyarakat papua, tersmasuk para mahasiswa, mendukung penuh pengusutan kasus tersebut. Para mahasiswa sangat kecewa karena Lukas Enembe sebelumnya sering membagikan beasiswa ke putra Papua, tetapi diam-diam juga melakukan korupsi.

Sejak menjabat sebagai Gubernur Papua pada tahun 2013, Lukas Enembe dikenal sebagai pejabat berprestasi. Ia berjanji akan membangun Papua agar tidak ketinggalan dengan daerah-daerah lain di Indonesia. Lukas juga membagikan beasiswa bagi murid dan mahasiswa yang berprestasi. Bahkan namanya dijadikan nama stadion terbaru di Papua.

baca juga:

Namun citra baiknya rusak seketika karena ia terbukti melakukan korupsi dan gratifikasi. Masyarakat Papua merasa sangat kecewa dan malu karena sang gubernur yang dulu dibanggakan, ternyata mencuri uang rakyat. Para mahasiswa juga marah karena mereka bisa kuliah berkat dana beasiswa otsus yang diberikan Lukas, tetapi ia korupsi, dan ada dugaan bahwa ia juga mengambil sebagian besar dana otsus.

Forum Mahasiswa Peduli Pembangunan Tanah Papua mengadakan aksi untuk mendukung KPK dalam pengusutan kasus Lukas Enembe. Unjuk rasa diadakan di seputar patung kuda, dan massa bergerak menuju Gedung Merah Putih KPK.

Charles Kossay, sebagai koordinator aksi, menyatakan bahwa para mahasiswa Papua siap mengawal KPK dalam melakukan penyelidikan terhadap kasus Lukas Enembe. Para mahasiswa tidak takut untuk mengungkap kasus korupsi di Papua (walau yang melakukannya adalah pejabat tinggi).

Dalam artian, meski para mahasiswa adalah orang asli Papua, tetapi mereka tidak membela Lukas Enembe. Nuraninya masih teguh pada kebenaran dan tidak mau Indonesia rusak gara-gara ulah koruptor. Mahasiswa siap mengawal kasus Lukas Enembe agar diselesaikan, sampai ia akhirnya mempertanggung jawabkan kesalahannya di dalam lembaga pemasyarakatan.

Amatlah wajar jika mahasiswa mendukung KPK dalam pengusutan kasus Lukas Enembe. Pasalnya, mereka kecewa berat karena Lukas korupsi dana otonomi khusus (otsus). Padahal jika tidak dikorupsi, bisa saja akan ada lebih banyak mahasiswa dan murid yang mendapatkan beasiswa otsus. Akan tetapi gara-gara dikorupsi, jatah beasiswa jadi berkurang.

Para mahasiswa marah karena Lukas Enembe korupsi, padahal ia dipercaya menjadi Gubernur Papua selama hampir 2 periode. Mengapa ia sampai mencuri uang negara yang seharusnya menjadi hak rakyat? Jika uang yang seharusnya disalurkan untuk pembangunan Ppaua dikorupsi, maka kemajuan kehidupan masyarakat Papua akan stagnan, bahkan bisa mengalami kemunduran.

Halaman:

Editor: Pandu Wibowo

Sumber: Reportase

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Peresmian AMN Menjadi Era Baru Kebhinekaan

Selasa, 29 November 2022 | 19:36 WIB

AMN Potensial Mencetak Kader Pemimpin Bangsa

Selasa, 29 November 2022 | 19:20 WIB

Kepala BIN : Pembangunan AMN “Proyek” Bersama Bangsa

Selasa, 29 November 2022 | 17:20 WIB

BIN Bagikan Kasur untuk Penyintas Gempa Cianjur

Selasa, 29 November 2022 | 16:47 WIB

Sejumlah Pengamat dan Akademisi Dukung Pengesahan RKUHP

Selasa, 29 November 2022 | 12:45 WIB

Pembangunan IKN Berdampak Positif Pada Lingkungan

Selasa, 29 November 2022 | 12:19 WIB

BIN Bantu Penyintas Gempa Cianjur Lewati Masa Sulit

Selasa, 29 November 2022 | 11:36 WIB

AMN Wadah Pembentukan Karakter dan Kepemimpinan

Minggu, 27 November 2022 | 21:19 WIB
X