• Selasa, 29 November 2022

Pemerintah Percepat Vaksinasi COVID-19 ke Seluruh Lapisan Masyarakat

- Kamis, 24 November 2022 | 06:42 WIB

Betawipos, Jakarta-- Pemerintah RI terus mendorong capaian vaksinasi COVID-19 agar bisa menjangkau seluruh masyarakat di Indonesia. Hal tersebut menyusul adanya kabar bahwa kasus COVID-19 kembali meningkat setelah ditemukannya varian baru Omicron XBB.

Salah satu upaya paling tepat untuk mengurangi risiko terjangkit bahkan hingga risiko kematian akibat paparan COVID-19 adalah dengan melakukan vaksinasi COVID-19. Maka dari itu, pemerintah terus menggenjot capaian vaksin, utamanya kepada kelompok rentan seperti kaum lansia.

baca juga:

Data menunjukkan bahwa kelompok lansia memiliki risiko yang jauh lebih tinggi terpapar COVID-19 jika dibandingkan dengan kelompok anak-anak. Mengenai hal tersebut, Menteri Kesehatan (Menkes RI), Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa memang vaksin menjadi sangat penting untuk bisa melindungi manusia dari dampak setelah terpapar oleh COVID-19, utamanya bagi mereka para kelompok usia lanjut.

Pentingnya segera melakukan vaksinasi menurut Menkes Budi adalah dikarenakan jika masyarakat tidak mendapatkan perlindungan dari vaksin, maka kemungkinan mereka apabila terpapar oleh COVID-19 akan mengalami kondisi yang berat bahkan hingga kritis dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Lebih lanjut, dikemukakan Budi Gunadi bahwa nyatanya terdapat pasien pula yang meninggal akibat COVID-19 dikarenakan dirinya masih belum genap menjalani vaksinasi hingga dosis ketiga, utamanya memang penggunaan vaksin booster yang masih belum semua masyarakat Indonesia melakukannya.

Pasien konfirmasi positif COVID-19 sendiri pada periode tanggal 4 Oktober hingga 8 November 2022 mencapai hingga sebanyak 27.081 pasien. Mereka semua mendapatkan perawatan di Rumah Sakit. Kemudian dari seluruh jumlah tersebut, hampir setengahnya, yakni sebanyak 10.639 pasien ternyata memiliki gejala yang sedang, gejala berat hingga sampai di posisi kritis.

Sebanyak 74 persen diantara mereka semua ternyata memang masih belum mendapatkan vaksin booster COVID-19. Kemudian terdapat 1.373 pasien tercatat yang meninggal dunia pada periode yang sama, yakni 84 persen dari mereka sama sekali belum mendapatkan vaksin booster.

Untuk angka kematian tertinggi terjadi pada kelompok lansia, yang mana sekitar 50 persen diantara para lansia tersebut memang sama sekali belum mendapatkan vaksinasi. Kembali dengan tegas, Menkes RI menyatakan bahwa jika masyarakat sudah menjalani vaksinasi booster, maka risiko akan kesakitan hingga kematian karena COVID-19 akan menurun jauh jika dibandingkan dengan mereka yang belum menjalani vaksin.Upaya pemerintah untuk terus mendorong adanya peningkatan vaksinasi oleh masyarakat memang sejalan dengan adanya kabar bahwa peningkatan jumlah kasus COVID-19 nyatanya mengalami kenaikan. Bahkan bukan hanya mendorong capaian vaksinasi saja, melainkan pemerintah juga melakukan upaya edukasi kepada seluruh masyarakat untuk bisa menjalani vaksinasi.

Halaman:

Editor: Pandu Wibowo

Sumber: Reportase

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Peresmian AMN Menjadi Era Baru Kebhinekaan

Selasa, 29 November 2022 | 19:36 WIB

AMN Potensial Mencetak Kader Pemimpin Bangsa

Selasa, 29 November 2022 | 19:20 WIB

Kepala BIN : Pembangunan AMN “Proyek” Bersama Bangsa

Selasa, 29 November 2022 | 17:20 WIB

BIN Bagikan Kasur untuk Penyintas Gempa Cianjur

Selasa, 29 November 2022 | 16:47 WIB

Sejumlah Pengamat dan Akademisi Dukung Pengesahan RKUHP

Selasa, 29 November 2022 | 12:45 WIB

Pembangunan IKN Berdampak Positif Pada Lingkungan

Selasa, 29 November 2022 | 12:19 WIB

BIN Bantu Penyintas Gempa Cianjur Lewati Masa Sulit

Selasa, 29 November 2022 | 11:36 WIB

AMN Wadah Pembentukan Karakter dan Kepemimpinan

Minggu, 27 November 2022 | 21:19 WIB
X