• Selasa, 29 November 2022

Penyidikan Lukas Enembe Harus Terus Berjalan

- Kamis, 24 November 2022 | 16:12 WIB

Betawipos, Jakarta-- Untuk menyelesaikan suatu perkara tentu saja diperlukan beragam persyaratan baik formil dan materiil. Salah satunya adalah penyidikan yang dilakukan terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe, dimana Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memastikan bahwa proses penyidikan kasus dugaan gratifikasi dan suap yang menjerat Lukas masih tetap berjalan. Saat ini KPK juga masih melengkapi berkas perkara.

Ali Fikri selaku Kepala Bagian Pemberitaan KPK mengatakan, pihaknya tengah melakukan penyelesaian berkas perkara yang pasti proses penyidikan tidak berhenti sama sekali dan prosesnya terus berjalan.

baca juga:

Ali menuturkan, tujuan dari penegakan hukum adalah selesainya sebuah perkara itu sendiri. Perlu diketahui bahwa dalam berkas perkara terdapat 21 berkas yang termasuk syarat formil dan materiil.

Menurut Ali, kedatangan KPK untuk memeriksa Lukas ke kediamannya di Jayapura, Papua, telah sesuai dengan apa yang tertulis pada aturan yang ada. Ali menjelaskan bahwa KPK juga telah memiliki berita acara pemeriksaan (BAP) dari pemeriksaan Lukas di kediamannya tersebut.

Ali berujar, bahwa seorang tersangka dipanggil kemudian tidak hadir, berdasarkan 113 KUHAP, KPK berhak mendatangi kediamannya, kemudian dilakuka pemeriksaan, tentu pihaknya ke sana sudah memperoleh dokumen hukum tersebut.

Ali mengatakan bahwa KPK tidak mempermasalahkan apabila seorang tersangka tidak menjawab ketika diperiksa. Yang terpenting, pemeriksaan KPK di kediaman Lukas adalah sah menurut Hukum yang berlaku. Jika kemudian Lukas tidak menjawab, tentu saja itu adalah hak dia, tetapi tentu saja ada berita acaranya, namun bahwa syarat formilnya ada BAP hal tersebut perlu dan hal itu sudah didapatkan.

Dalam kasus ini, Lukas ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi APBD Provinsi Papua. Guna mengusut hal tersebut, KPK juga telah memanggil Lukas sebagai tersangka.

Surat panggilan sebagai tersangka terhadap Lukas dilayangkan KPK pada 26 September 2022. Namun saat tim kuasa hukum Lukas menyebutkan bahwa kondisi Lukas masih dalam keadaan sakit.

Halaman:

Editor: Pandu Wibowo

Sumber: Reportase

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Peresmian AMN Menjadi Era Baru Kebhinekaan

Selasa, 29 November 2022 | 19:36 WIB

AMN Potensial Mencetak Kader Pemimpin Bangsa

Selasa, 29 November 2022 | 19:20 WIB

Kepala BIN : Pembangunan AMN “Proyek” Bersama Bangsa

Selasa, 29 November 2022 | 17:20 WIB

BIN Bagikan Kasur untuk Penyintas Gempa Cianjur

Selasa, 29 November 2022 | 16:47 WIB

Sejumlah Pengamat dan Akademisi Dukung Pengesahan RKUHP

Selasa, 29 November 2022 | 12:45 WIB

Pembangunan IKN Berdampak Positif Pada Lingkungan

Selasa, 29 November 2022 | 12:19 WIB

BIN Bantu Penyintas Gempa Cianjur Lewati Masa Sulit

Selasa, 29 November 2022 | 11:36 WIB

AMN Wadah Pembentukan Karakter dan Kepemimpinan

Minggu, 27 November 2022 | 21:19 WIB
X