Mengapresiasi Bantuan Logistik BIN Bagi Korban Gempa Cianjur hingga ke Pelosok Wilayah

- Sabtu, 26 November 2022 | 21:19 WIB

Betawipos, Cianjur-- Apresiasi sangat tinggi memang patut diberikan atas upaya dan kerja keras dalam menyalurkan bantuan logistik yang dilakukan secara langsung oleh pihak Badan Intelijen Negara (BIN) kepada seluruh warga terdampak gempa bumi Cianur bahkan hingga datang ke pelosok wilayah yang sulit terjangkau.

Sejak awal dikabarkannya gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Cianjur dengan kekuatan 5,6 magnitudo, pihak BIN langsung bertindak dengan sangat sigap dalam rangka memberikan bantuan kepada seluruh warga terdampak bencana tersebut.

baca juga:

Sebagaimana arahan langsung dari Kepala BIN, Budi Gunawan, langsung diterjukannya beberapa personel untuk melaukan pembangunan posko yang dikomandoi langsung oleh Kabinda Jabar, Brigjen TNI Ruddy Prasemilsa Mahks. Seluruh upaya yang dilakukan oleh BIN memag bertujuan untuk tampil ke masyarakat dan menjadi representasi kehadiran negara di tengah-tenagh warga serta dalam rangka untuk memberikan yang terbaik bagi seluruh korban bencana gempa bumi.

Bukan hanya itu, namun upaya-upaya lain seperti melakukan trauma healing kepada anak-anak korban gempa Cianjur secara psikososial juga terus diupayakan bahkan dengan menggandeng beberapa pihak sekaligus untuk memberikan bantuan berupa cerita-cerita dan penanaman wawasan kebangsaan kepada anak-anak tersebut dengan tujuan supaya mereka bisa melupakan trauma pilu dari kejadian itu.

Posko Bantuan yang didirikan oleh BIN di jalan lintas Labuan-Cianjur tersebut juga menyediakan layanan kesehatan yang sangat lengkap dan siap untuk melayani seluruh warga hingga 24 jam. Sehingga bukan hanya sekedar membantu para pengungsi saja, melainkan Tim Medical Intelligence BIN juga turut memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dari desa sekitar yang dilakukan secara gratis.

Dengan tegas, Juru Bicara BIN, Prabawa Ajie menyampaikan bahwa pihaknya memang memiliki tekad yang sangat tinggi untuk terus berada di garda paling depan demi mendukung terjaminnya pemenuhan seluruh kebutuhan dan layanan kesehatan mulai dari secara fisik hingga mental bagi para korban bencana alam.

Selanjutnya, Tim Kemanusiaan BIN juga melakukan pengoperasian sejumlah ambulans dengan peralatan yang sangat lengkap, diantaranya adalah monitor EKG, alat kejut jantung, penyedot cairan pada rongga pernafasan hingga mampu melakukan layanan bedah ringan dan melakukan perujukan ke rumah sakit jika memang diperlukan.

Termasuk juga di dalamnya terdapat ketersediaan obat yang sangat berkualitas sehingga masyarakat tidak perlu kebingungan lagi ketika mencari obat tidak harus datang ke apotek lantaran seluruhnya sudah dengan sangat lengkap disediakan oleh BIN RI.

Kemudian, upaya untuk bisa memberikan yang terbaik bagi masyarakat tersebut terus dilakukan oleh pihak BIN. Kali ini mereka memberikan banyak bantuan logistik dengan terjun langsung ke Kampung Pameungpeuk, Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Cianjur.

Sebagai informasi, ternyata untuk bisa sampai ke titik pengungsian para warga di sana, upaya yang dilakukan oleh pihak BIN menjadi jauh lebih ekstra keras karena nyatanya wilayah tersebut sama sekali tidak bisa dilewati oleh mobil truk boks yang membawa bantuan logistik.

Alhasil, pihak BIN langsung berinisiatif bagaimana caranya supaya bantuan logistik tetap bisa disalurkan, sehingga mereka langsung menggunakan sepeda motor demi bisa mencapai titik pengungsian para warga di Kampung Pameungpeuk. Mengenai hal tersebut, Deputi Komunikasi dan Informasi BIN, Prabowo Ajie mengaku kondisi akses memang sangat rawan.

Lebih lanjut, Ajie menjelaskan pula bahwa beberapa jenis bantuan logistik yang dikirimkan oleh pihaknya secara langsung tersebut bisa dikatakan sangat lengkap karena meliputi banyak hal, meliputi mie instan, beras, air mineral, pampers, susu hingga makanan untuk anak.

Perlu diketahui pula bahwa memang pada Kampung Pameungpeuk itu, di dalamnya memiliki 4 RT, yakni RT 1,2,3 dan 4 dalam RW 03, yang secara total memiliki sebanyak 420 jiwa orang. Mereka harus tinggal ke tenda pengungsia karena memang rumah-rumah mereka mengalami kerusakan yang sangat berat akibat gempa bumi.

Halaman:

Editor: Pandu Wibowo

Sumber: Reportase

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pembangunan Papua Didukung oleh Rakyat

Sabtu, 3 Juni 2023 | 12:02 WIB

Bersinergi Melawan Hasutan Golput Jelang Pemilu

Sabtu, 3 Juni 2023 | 11:57 WIB

Waspada Provokator Demo UU Cipta Kerja

Jumat, 2 Juni 2023 | 15:41 WIB

Semakin Brutal, KST Harus Ditindak Tegas

Jumat, 2 Juni 2023 | 15:38 WIB

Pembangunan Papua demi Ketahanan Pangan Rakyat

Kamis, 1 Juni 2023 | 11:59 WIB

Usut Tuntas Dugaan Kebocoran Sistem Pemilu 2024

Kamis, 1 Juni 2023 | 11:58 WIB

Mengapresiasi Minat Investor di  IKN Nusantara

Kamis, 1 Juni 2023 | 11:56 WIB

Ganjar Pranowo Disukai Oleh Milenial

Kamis, 1 Juni 2023 | 11:54 WIB
X