Indonesia Bersiap Masuki Fase Endemi, Masyarakat Wajib Taat Prokes

- Minggu, 27 November 2022 | 20:57 WIB

Betawipos, Jakarta-- Saat ini, Indonesia bersiap masuk fase endemi karena kondisi sudah cukup stabil dan tidak ada lonjakan pasien. Tidak ada potensi terjadinya gelombang keempat corona seperti tahun lalu. Namun masyarakat harus waspada karena virus Covid-19 masih ada, dan mereka harus terus berdisiplin dalam melakukan protokol kesehatan.

Ketika pandemi baru dimulai tahun 2020, masyarakat ketakutan terkena corona, dan mereka langsung memborong masker, face shield, hand sanitizer, dan herbal seperti jahe, agar tetap terhindar dari virus Covid-19. Imbauan untuk di rumah saja langsung ditepati. Masyarakat juga bergaya hidup sehat dengan berolahraga (umumnya bersepeda) dan menjaga higienitas lingkungan.

baca juga:

Namun ketika pandemi sudah hampir 3 tahun durasinya, kedisiplinan akan protokol kesehatan mulai terlihat kendor. Pertama, sudah jarang ada orang yang memakai masker, terutama saat mengendarai sepeda motor. Kedua, banyak event yang digelar besar-besaran dan tidak mematuhi protokol kesehatan karena tidak bisa jaga jarak.

Padahal saat ini masa transisi menuju status endemi dan pandemi bisa segera berakhir, karena cakupan vaksinasi dosis pertama sudah lebih dari 90%. Ketua Satgas IDI PB Profesor Zubairi menyatakan bahwa dari sejumlah indikator yang ada, fase pandemi sudah hampir berakhir, dan berganti dengan endemi.

Kondisi endemi adalah ketika suatu penyakit (dalam hal ini corona) masih ada tetapi sudah terbatas penularannya. Penyakitnya hanya ada di wilayah tertentu dan penularannya dapat dikendalikan. Contoh dari endemi adalah penyakit malaria di Kalimantan dan Papua.

Profesor Zubairi melanjutkan, indikator memasuki masa endemi adalah positivity rate corona di bawah 3 persen. Sedangkan angka kematian pasien dan tingkat keterisian tempat tidur Rumah Sakit rendah sekali. Masyarakat akan akrab dengan istilah endemi, setelah menjalani pandemi selama lebih dari 2 tahun.

Per tanggal 16 Oktober 2022, jumlah pasien corona ada 1.326 orang. Memang angka ini masih cukup mengkhawatirkan, tetapi sudah lebih rendah dibanding sebulan lalu, di mana ada 2.162 pasien. Berarti jumlah pasien Covid-19 berkurang hampir setengahnya, dan masyarakat lega karena penularan corona makin berkurang.

Sementara itu, dokter Syahril menyatakan bahwa Indonesia mengadopsi strategi WHO menuju fase endemi. Pertama, mensosialisasikan bahwa pandemi Covid-19 masih ada. Kedua, melakukan vaksinasi baik dosis pertama, kedua, maupun ketiga (booster). Ketiga, dengan memaksimalkan pengobatan corona dari hulu ke hilir, dan terakhir dengan pengendalian agar tidak ada lonjakan pasien.

Halaman:

Editor: Pandu Wibowo

Sumber: Reportase

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kerukunan Umat Beragama Mampu Halau Politik Identitas

Kamis, 26 Januari 2023 | 15:53 WIB

KUHP Nasional Kuatkan Eksistensi Hukum Indonesia

Kamis, 26 Januari 2023 | 15:16 WIB

KUHP Nasional Dirumuskan Melalui Proses Panjang

Rabu, 25 Januari 2023 | 14:30 WIB

KST Merusak Kedamaian Papua

Rabu, 25 Januari 2023 | 14:26 WIB

Pemilu Damai Cegah Perpecahan

Rabu, 25 Januari 2023 | 14:17 WIB

KST Menghambat Generasi Muda Papua untuk Maju

Selasa, 24 Januari 2023 | 15:59 WIB

KUHP Nasional Sajikan Pembaruan Hukum Progresif

Selasa, 24 Januari 2023 | 15:54 WIB

Wujudkan Pemilu Damai Bebas Hoaks

Senin, 23 Januari 2023 | 15:43 WIB
X