• Jumat, 27 Mei 2022

Pemerintah Meningkatkan Profesionalisme Hadapi Terorisme dan Radikalisme

- Senin, 24 Januari 2022 | 21:46 WIB

Ilustrasi: Aparat Tangkap Pelaku Aksi Terorisme dan Radikalisme

 

Pemerintah terus meningkatkan profesionalisme dalam menghadapi terorisme dan radikalisme. Dengan adanya perbaikan tersebut, maka penyebaran dua paham tersebut diharapkan dapat ditekan secara maksimal.

Ketika ada serangan dari teroris maka di sanalah tersorot bagaimana cara penanganannya. Masyarakat melihat bagaimana sigapnya aparat keamanan agar mengamankan lokasi, melindungi korban, dan menyelidiki siapa sebenarnya pelakunya. Selain itu, masih banyak yang kurang tahu bahwa terorisme dan radikalisme sudah dicegah oleh pemerintah (tak hanya ‘diobati’ pasca penyerangan) dengan berbagai strategi.

Pencegahan radikalisme dan terorisme dilakukan dengan penangkapan tersangka teroris, sehingga mereka tidak bisa lagi melakukan aksi pengeboman atau perusakan yang lain. Pencegahan juga dilakukan dengan memasang polisi siber sehingga ketika ada akun media sosial kelompok radikal dan teroris bisa langsung dilaporkan.

Langkah pencegahan juga wajib diiringi dengan peningkatan profesionalisme untuk menghadapi terorisme. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyatakan bahwa untuk menangani terorisme, radikalisme, dan separatisme, maka kita harus meningkatkan kesiapan dan profesionalisme. Dalam artian, serangan teroris bisa saja dilakukan secara mendadak sehingga harus siap untuk mengatasinya secara profesional.

Densus 88 antiteror sebagai aparat yang bertugas untuk mengatasi dan mencegah terorisme dan radikalisme dengan sigap akan mematuhi perintah dari Prabowo. Penyebabnya karena mereka juga tidak ingin Indonesia jadi hancur gara-gara ulah kelompok teroris. Malah dengan arahan dari Menteri pertahanan, mereka bisa bekerja dengan lebih semangat.

Profesionalisme dalam mengatasi terorisme dan radikalisme juga dicapai dengan kerja sama dengan berbagai negara terutama di kawasan ASEAN. Penyebabnya karena ditemukan jaringan teroris yang berkaitan antara teroris di Sulawesi dengan di Moro, Filipina. Jika ada kerja sama maka Indonesia dan negara-negara lain bisa kompak dalam memberantas terorisme dan radikalisme.

Kerja sama antara kementrian pertahanan RI dengan negara-negara ASEAN bernama Our Eyes, tujuannya untuk memberantas teorisme dan radikalisme secara kompak. Indonesia memang memiliki titik rawan terjadinya terorisme tetapi bisa dicegah dengan kerja sama dan peningkatan profesionalisme.

Halaman:

Editor: Pandu Wibowo

Tags

Terkini

Pemerintah Jamin Investasi Asing di Indonesia

Selasa, 24 Mei 2022 | 07:34 WIB

G20 Momentum Wujudkan Transisi Energi Nasional

Selasa, 24 Mei 2022 | 07:21 WIB

Pancasila Vaksin Efektif Mencegah Radikalisme

Senin, 23 Mei 2022 | 07:22 WIB

Pembukaan Ekspor CPO Sudah Tepat

Senin, 23 Mei 2022 | 07:17 WIB

Hentikan Demo, DOB Percepat Pembangunan Papua

Senin, 23 Mei 2022 | 07:14 WIB
X