• Jumat, 19 Agustus 2022

Jangan Anggap Remeh Varian Omicron

- Jumat, 28 Januari 2022 | 07:29 WIB

Ilustrasi: Virus Omicron

 

Kasus kematian akibat varian Omicron menandakan bahwa varian baru ini tidak dapat dianggap remeh. Masyarakat pun diimbau untuk tidak panik, disiplin Prokes, dan selalu menaati berbagai kebijakan Pemerintah.

Pandemi sudah dilewati selama 2 tahun tetapi sayangnya belum ada tanda-tanda selesai. Malah sekarang kita harus berjuang melawan virus Covid-19 varian Omicron. Jumlah pasien pun naik drastis jadi 500-an per hari padahal bulan lalu hanya 200-an per harinya.

Virus Covid-19 varian Omicron awalnya ditemukan di Afrika Selatan, Zimbabwe, dan sekitarnya. Saat sudah ada kasus Omicron di Malaysia dan Singapura, kita takut ia akan masuk ke Indonesia. Lantas ketika ia sudah masuk, dalam beberapa minggu saja sudah memakan korban lebih dari 200 orang.

Di antara pasien-pasien itu, ada 2 yang meninggal dunia. Juru bicara vaksinasi dokter Siti Nadia Tarmidzi menyatakan bahwa pasien yang kehilangan nyawa gara-gara Omicron adalah pelaku perjalanan dari luar negeri dan transmisi lokal.

Meninggalnya pasien Corona varian Omicron membuat kita harus makin waspada dan mematuhi protokol kesehatan. Penyebabnya karena varian ini menyebar 70 kali lebih cepat daripada varian alfa. Sehingga jika semua orang tidak taat prokes, takutnya memicu kasus baru dan membuat serangan Corona gelombang ketiga.

Ketaatan terhadap protokol kesehatan harus dilakukan dan jangan dikendorkan. Sejak awal pandemi kita sudah biasa memakai masker dan mencuci tangan, bukan? Jangan lelah untuk taat protokol kesehatan karena menjaga kebugaran dan imunitas di masa pandemi adalah sebuah prioritas.

Lengkapi dengan prokes lain seperti menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas, sehingga risiko penularan dapat ditekan. Masyarakat juga diimbau untuk mengurangi mobilitas alias jangan keluyuran karena bisa saja kita tertular Omicron di luar sana ketika tak sengaja membuka masker. Jangan pula membuat kerumunan dengan sengaja karena pasti akan dibubarkan oleh tim satgas penanganan Covid.

Halaman:

Editor: Pandu Wibowo

Tags

Terkini

Pemerintah Jamin Investasi Asing di Indonesia

Selasa, 24 Mei 2022 | 07:34 WIB

G20 Momentum Wujudkan Transisi Energi Nasional

Selasa, 24 Mei 2022 | 07:21 WIB

Pancasila Vaksin Efektif Mencegah Radikalisme

Senin, 23 Mei 2022 | 07:22 WIB

Pembukaan Ekspor CPO Sudah Tepat

Senin, 23 Mei 2022 | 07:17 WIB

Hentikan Demo, DOB Percepat Pembangunan Papua

Senin, 23 Mei 2022 | 07:14 WIB
X