• Kamis, 7 Juli 2022

Gelar Kotoprak Dengan Lakon Gajah Mada, PDIP Tekankan Pesan Megawati soal Kebudayaan dan Kesenian

- Sabtu, 6 November 2021 | 21:45 WIB
Di tengah adegan ketoprak, diluar skenario, seniman mengajak Hasto, Rano dan Bimo ke atas panggung dan ikut bernyanyi dan berdialog yanh membuat penonton terpingkal-pingkal (Sidik Purwoko)
Di tengah adegan ketoprak, diluar skenario, seniman mengajak Hasto, Rano dan Bimo ke atas panggung dan ikut bernyanyi dan berdialog yanh membuat penonton terpingkal-pingkal (Sidik Purwoko)

Betawipos, Jakarta- Untuk memulihkan kesenian nasional pasca lesunya sejumlah pertunjukkan seni selama musim pandemi Covid-19, Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan menggelar ketoprak dengan lakon Gajah Mada bersama Wayang Orang Bharata, Sabtu 06 November 2021. Acara bertema Pemulihan Kesenian Nasional Seniman Bangkit ini diselenggarakan khusus oleh Badan Kebudayaan Nasional (BKN) di Gedung Pertunjukan Wayang Orang Bharata, Jakarta Pusat.

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menjelaskan, ketoprak kali ini mengangkat tema Gajah Mada yang identik dengan cerita di balik Sumpah Pemuda. Menurutnya, Mahapatih legendaris Kerajaan Majapahit itu mampu menyatukan nusantara pada masanya melalui Sumpah Palapa. Semangat untuk menyatukan nusantara sebagai satu bangsa, satu tanah air, dan satu bahasa itulah yang menginspirasi Sumpah Pemuda.

"Pada saat bersamaan, kami juga mendorong seluruh dari esensi kebudayaan nusantara kita ini untuk kami angkat. Untuk kami gelorakan kembali sebagai bagian untuk memperkuat jati diri bangsa. Dalam ketoprak ini tampil seluruh aspek kesenian itu," jelasnya menyangkut sumpah Gajah Mada itu.

Baca Juga: Gelar Khitanan Massal, PDIP Angkat Budaya Betawi

Politikus asal Yogyakarta itu juga mengajak semua masyarakat Indonesia, khususnya pemuda untuk melihat secara dalam penampilan ketoprak atau wayang. Terdapat ekspresi dalam menampilkan tokoh, kekayaan dialog, kemampuan mendendangkan lagu, drama, dan menari.

"Prinsipnya justru kalau generasi muda melihat seluruh elemen dari seni kita sebenarnya tersajikan suatu perpaduan yang sangat menarik. Bagaimana gamelan misalnya. Ini, kan, mencerminkan peralatan musik yang beraneka rupa, tetapi mampu membangun keharmonian dan kemudian nanti terjadi sinergi dengan pemain ketopraknya," jelasnya seperti dikutip Betawipos.

Acara tersebut dihadiri Kepala BKN Pusat Ario Bimo, Sekretaris Rano Karno dan Bendahara Vita Ervina bersama masyarakat pecinta seni. Di tengah adegan ketoprak, para seniman mengajak Hasto, Rano dan Bimo ke atas panggung, ikut bernyanyi dan berdialog hingga membuat penonton terpingkal-pingkal. Mereka bertiga meyakinkan para seniman bahwa PDIP peduli seni dan budaya.

Baca Juga: Jangan Coba-Coba Jual Sate Gagak Kepada Gendruwo! Bisa Begini Akibatnya

Hasto Kristiyanto mengatakan, pihaknya menaruh perhatian terhadap kesenian dan kebudayaan nusantara. Ketua Umum Megawati Soekarnoputri berulangkali menyampaikan kepada seluruh kader akan pentingnya melestarikan kebudayaan. Hal itu pun menjadi perhatian dari Ketua DPP PDIP, yakni Prananda Prabowo dan Puan Maharani.

"Ibu Mega menaruh rumah budaya sebagai hal yang penting bagi eksistensi rumah partai. Mas Prananda Prabowo misalnya sebagai kepala situation room itu juga menaruh perhatian besar terhadap kebudayaan. Mba Puan Maharani misalnya juga membantu seluruh tim dari Wayang Orang Bharata dengan berbagai bantuan-bantuan kemanusiaan selama pandemi," kata Hasto di Gedung Pertunjukan Wayang Orang Bharata.

Dari nilai-nilai tersebut, alumnus UGM itu juga menyatakan pihaknya sangat menghormati para pelaku seni, khususnya seniman di Wayang Orang Bharata. Mereka yang membangun watak kebudayaan nusantara merupakan pihak paling terdampak selama pandemi.

Baca Juga: Depresi Tak Terobati Sebabkan Bunuh Diri. Ini Solusinya

"Karena itulah, kami menaruh rasa hormat, apalagi dengan kami lihat Bharata dalam situasi pandemi, Wayang Orang ini juga mengalami kesulitan. Maka kami membantu," jelas dia.

Ketoprak ini diselenggarakan secara hybrid oleh BKN PDIP. Megawati dan para kader PDIP juga menyaksikan acara ini secara daring. ***

Editor: Sidik Purwoko

Sumber: whatsapp

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tradisi Dhidis atau Petan, Tradisi Bergosip Jaman Dulu

Senin, 13 Desember 2021 | 17:09 WIB

Kilas Balik Pekan Kebudayaan Nasional, Seperti Apa?

Kamis, 2 Desember 2021 | 10:43 WIB
X