Gubernur Banten Dikecam ASPEK Indonesia Lantaran Laporkan Buruh ke Polda Banten

- Senin, 27 Desember 2021 | 19:45 WIB
Protes perlakuan Gubernur Banten kepada aksi buruh (M Shiddiq)
Protes perlakuan Gubernur Banten kepada aksi buruh (M Shiddiq)

Betawipos, Jakarta- Gubernur Banten Wahidin Halim mendapatkan kecaman dari Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia), Mirah Sumirat lantaran melaporkan buruh ke Polda Banten terkait aksi yang dilakukan buruh di kantor Gubernur Banten beberapa waktu lalu.

Mirah menyayangkan perlakuan Gubernur Banten yang tidak memiliki empati terhadap aspirasi buruh Banten. Padahal buruh Banten yang melakukan aksi adalah warganya sendiri.

“ASPEK Indonesia mencatat bahwa statemen Gubernur Banten, beberapa waktu yang lalu justru menunjukkan sikap tidak adanya empati terhadap buruh. Pernyataannya justru memicu kemarahan buruh di seluruh Indonesia,” kata Mirah dalam keterangan pers yang diterima oleh Betawipos.com, Senin, 27 Desember 2021.

Baca Juga: Desa Cikolelet Masuk Anugerah Desa Wisata Indonesia, Simak Kata Bupati Serang Banten Ini

Menurut Mirah, salah satu statemennya adalah ketika Gubernur Banten Wahidin Halim meminta pengusaha untuk mengganti pegawai yang tidak mau menerima gaji sesuai Upah Minimum Provinsi (UMP) yang ditetapkan pemerintah provinsi. Menurut Gubernur Banten, masih banyak pekerja yang mau digaji antara Rp2,5 juta hingga Rp4 juta per bulan.

“Pernyataan Gubernur Banten itu telah merendahkan dan menyinggung harga diri buruh Indonesia. Karena telah melanggengkan praktek rezim upah murah dan tidak aspiratif dalam menerima masukan dari serikat buruh khususnya di Banten,” tuturnya.

Selain itu, kata Mirah, sikap arogan Gubernur Banten kembali ditunjukkan dengan melaporkan buruh yang aksi di kantor Gubernur Banten, ke Polda Banten.

Baca Juga: Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Orang Berkebutuhan Khusus Terjadi Di Serang Banten

Mirah Sumirat mengingatkan, sebagai pejabat kepala daerah, seharusnya Gubernur Banten lebih bijaksana. Jangan karena Gubernur Banten gagal dalam menyerap aspirasi rakyatnya, kemudian justru melimpahkan kelemahannya dengan melaporkan rakyatnya sendiri ke Polda Banten.

Halaman:

Editor: Supri Opa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X